JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Seluruh etnis, agama, golongan dan ras harus bersama-sama menjadikan bumi sebagai rumah bersama yang rukun, adil dan damai.
Demikian butir pernyataan sikap dari 11 organisasi kepemudaan lintas agama menyikapi kerusuhan yang terjadi di India.t
Jurubicara 11 OKP lintas agama, Yaqut Cholil Qoumas yang juga Ketua Umum PP GP Ansor menyatakan, melihat berbagai persoalan intoleransi yang terjadi beberapa waktu ini di dalam maupun luar negeri seperti larangan membangun rumah ibadah di Karimun dan Minahasa Utara, serta konflik antar agama di India, maka para kaum muda lintas agama menyerukan masyarakat bersatu tanpa mempersoalkan perbedaan suku, etnis, agama dan golongan.
Mereka juga menyatakan keprihatinan atas konflik antaragama yang terjadi di India yang telah menelan korban puluhan jiwa.
“Meminta pemerintah India untuk tidak membuat kebijakan diskriminatif yang dapat menyebabkan perpecahan di tengah masyarakat,” ujar Yaqut dalam siaran pers, Jumat (6/3/2020).
Para pemuda ini juga mengajak pemimpin, negara, dan masyarakat dunia untuk berkomitmen menjadikan bumi sebagai rumah bersama bagi setiap agama, etnis, suku, dan golongan.
“Kita harus bekerjasama membangun budaya toleransi dan inklusif, menghentikan peperangan dan konflik yang menyebabkan pertumpahan darah,” lanjut Yaqut.
Selanjutnya, mereka mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi dengan persoalan konflik antaragama yang terjadi di India.
"Masyarakat harus tetap menjalin silaturahmi di antara masyarakat yang berbeda suku, agama, etnis, dan golongan,"imbuhnya.
"Pemerintah Indonesia harus selalu bersikap adil dan berdiri di atas semua golongan untuk menjaga kerukunan dan kedamaian bangsa,” lanjut Yaqut.
Mereka juga mendukung upaya persuasif pemerintah Indonesia dan aparat penegak hukum terhadap kelompok-kelompok intoleran.
"Dan jika diperlukan, melakukan tindakan tegas apabila ada yang berusaha menyebarkan ujaran kebencian, memprovokasi, serta mengganggu kebebasan beribadah dan kerukunan antarumat beragama di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk,” jelas Yaqut Cholil Qoumas.
Kemudian, masih kata Yaqut, 11 OKP lintas agama mengajak semua anggota dan pengurus masing-masing serta OKP lainnya, baik di pusat maupun daerah untuk menjalin persaudaraan.
“Saling berkoordinasi dan bekerjasama dalam mencegah terjadinya konflik, mendorong koeksistensi, serta menjaga kebebasan beribadah dan kerukunan bagi setiap pemeluk agama di Indonesia,” tutupnya.
Pernyataan sikap bersama itu dibuat di Jakarta, pada Rabu (4/3/2020) lalu, dengan ditandatangani masing-masing pimpinan OKP lintas agama. Yakni, Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto, Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Karolin Margaret Natasa, Ketua Umum DPN Peradah, I Gede Ariawan, Ketua Umum DPP Gemabudhi, Bambang Patijaya, Ketua Umum DPP Gema Mathla'ul Anwar, Ahmad Nawawi, Ketua Umum PP Gemaku, Kris Tan, Ketua Umum DPP IPTI, Ardy Susanto, Ketua Umum DPP Gemapakti, Asmat Susanto, Ketua Umum PP Pemuda Nahdlatul Wathan, Muhammad Halqi, Ketua Umum DPP GAMKI, Willem Wandik.

Share this article
Sebelas OKP itu meliputi Gerakan Pemuda Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Pemuda Katolik, Peradah, Gemabudhi, Gema Mathla'ul Anwar, Gemaku, IPTI, Gemapakti dan Pemuda Nahdlatul Wathan.