JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah resmi menetapkan jumlah formasi yang akan dibuka pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 sebanyak 197.117 posisi. Perekrutan tahun ini didominasi untuk posisi tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan.
Formasi guru yang akan ditempatkan di daerah menjadi posisi yang paling banyak disediakan pada CPNS 2019, yakni sekitar 60 ribu formasi.
Jumlah ini masih dianggap jauh dari cukup oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI).
"Jauh dari cukup. Bahkan 60 ribu formasi guru itu kemungkinan tak cukup mengganti guru pensiun tahun 2019 yang mencapai 62.759 guru," ujar Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim, kepada wartawan, Rabu (30/10/2019).
AYO BACA : Ikatan Guru Indonesia: Pendidikan Profesi Guru Tak Boleh Dibiayai Negara
Jumlah guru akan pensiun dalam kurun waktu 2020-2024 mencapai 391.644 guru. Sedangkan jumlah guru yang sudah pensiun di tahun 2017-2018 mencapai 90.287 guru. Jumlah yang menurun belum termasuk guru yang berpindah tugas ke struktural, diangkat menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah yang tak lagi memiliki kewajiban mengajar.
Ia jelaskan, mereka yang lolos seleksi CPNS 2019 akan bertugas paling cepat tahun 2020. Pada tahun yang sama, jumlah guru pensiun mencapai 72.976 guru.
"Ini bulan Oktober baru diumumkan, belum verifikasi, belum seleksi, belum pengumuman, jadi otomatis 2020 baru bertugas," kata Ramli.
Pemerintah pun hingga saat ini belum pernah tegas dalam menempatkan guru-guru PNS di sekolah-sekolah negeri. Bahkan masih membiarkan guru-guru PNS bertugas di sekolah swasta sementara kewajiban utama pemerintah di sekolah negeri belum dituntaskan.
Pemerintah resmi menetapkan jumlah formasi yang akan dibuka pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 sebanyak 197.117 posisi.
AYO BACA : Sugianti Tak Kunjung Diangkat Jadi PNS, JPPI Tunjuk Hidung Birokrasi yang Bobrok
Share this article
Jumlah guru akan pensiun dalam kurun waktu 2020-2024 mencapai 391.644 guru. Sedangkan jumlah guru yang sudah pensiun di tahun 2017-2018 mencapai 90.287 guru.