AYOJAKARTA.COM - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan setelah kasus keracunan massal di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Lebih dari seribu siswa dilaporkan jatuh sakit usai mengonsumsi makanan MBG.
Kasus ini memunculkan kritik tajam sekaligus usulan dari publik, salah satunya datang dari Ferry Irwandi, aktivis sosial sekaligus pengamat kebijakan publik.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Kamis (25/09/2025), Ferry menegaskan bahwa pemerintah sebaiknya tidak menutup mata atas berbagai persoalan yang muncul.
“Jika pemerintah masih bersikeras mempertahankan program MBG, maka tolong dilaksanakan dengan cara yang lebih baik. Usulan, saran, dan kritik konstruktif publik dapat dijadikan pertimbangan. Buat skala prioritas, lakukan secara bertahap, perkuat QC, dan tetapkan standarisasi yang jelas,” tulisnya.
Ferry Irwandi menyarankan agar pelaksanaan MBG tidak digelar serentak secara nasional. Menurutnya, jauh lebih efektif bila program ini dimulai dari daerah dengan tingkat gizi buruk tinggi, khususnya wilayah terluar, sebelum menjangkau kota-kota besar.
Selain itu, ia menyoroti masalah vendor penyedia makanan yang kerap menimbulkan persoalan. “Kenapa tidak memberdayakan kantin sekolah yang sudah ada? Itu lebih efisien, lebih cepat, dan dampaknya langsung terasa di ekonomi lokal,” kata Ferry.
Ia juga menyinggung kasus vendor nakal yang tidak memasok makanan dengan benar hingga menyebabkan keracunan dan dugaan korupsi bahan pangan.
Deretan Kasus Keracunan MBG
Kasus terbaru di Cipongkor, Bandung Barat, menambah daftar panjang insiden keracunan MBG. Kepala Puskesmas setempat, Yuyun Sarihotima, mencatat lebih dari 1.100 korban sejak awal pekan.
Gejala yang dialami bervariasi, mulai dari sakit perut, pusing, hingga sesak napas. Pemerintah daerah bahkan menetapkan insiden ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) lebih mencengangkan: hingga 21 September 2025, ada lebih dari 6.400 siswa yang menjadi korban keracunan MBG di berbagai daerah.
Meski kritik dan desakan agar program dihentikan sementara semakin menguat, pemerintah tetap kukuh mempertahankannya. Anggaran Rp355 triliun untuk MBG telah dikunci dalam APBN 2026.
Dengan kondisi ini, saran seperti yang disampaikan Ferry Irwandi menjadi penting untuk memastikan program berjalan lebih aman, tepat sasaran, dan tidak lagi mengancam kesehatan ribuan siswa.***

Share this article
Ferry Irwandi minta program MBG dievaluasi: jalankan bertahap, prioritaskan daerah rawan gizi, perkuat QC, dan libatkan kantin sekolah agar lebih aman, efisien, serta tepat sasaran.