AYOJAKARTA.COM -- Memasuki hari pemungutan, Rismon Sianipar berharap pemerintahan mendatang bisa membawa perbaikan bagi seluruh rakyat termasuk Jessica Wongso.
Rismon Sianipar menyampaikan hal tersebut melalui unggahan video di kanal Youtube-nya saat menyajikan rangkaian bukti video rekaman CCTV dalam kasus Jessica Wongso.
Rismon Sianipar menilai, terbebasnya sejumlah oknum Jaksa dalam kasus Jessica Wongso disebabkan karena lemahnya hukum.
Salah satu indikasi lemahnya hukum yang terjadi adalah masih belum adanya tanggapan dari penegak hukum atas kelanjutan kopi sianida.
“Semoga cepat ganti pemerintahan ini supaya kita punya harapan, agar keenam orang jaksa ini dipecat,” jelas Rismon.
Buntut dari lemahnya hukum, maka sejumlah oknum jaksa yang terlibat dalam tindak kejahatan bisa dengan leluasa meniti karir.
Meski sejumlah pernyataan dan suara telah disampaikan, Rismon menilai pihak-pihak yang berkepentingan justru dengan mudah mengabaikan.
Dengan bergantinya pemerintahan, Rismon menganggap akan terwujud iklim peradilan baru yang lebih kondusif dan berpihak pada keadilan.
Mencermati kondisi yang saat ini terjadi di tengah-tengah masyarakat, Rismon menilai hal tersebut merupakan kesempatan bagi Jaksa Agung untuk memperbaiki kepercayaan.
“Padahal ini kesempatan untuknya membawa nama baik Jaksa Agung, kesempatan untuk membenahi kualitas mental dari para Jaksa,” imbuh Rismon.
Karena itu, Rismon berharap agar para penegak hukum di Indonesia bersedia untuk melakukan diskusi dan melakukan pembahasan.
Jabatan tinggi yang disandang para jaksa dalam kasus kopi sianida, menurut Rismon perlu dikaji ulang proses pengangkatannya.
Sebab dalam kasus perkara Jessica Wongso, Rismon menilai para jaksa telah dengan sengaja melakukan rekayasa.
“Mereka menempati posisi penting, padahal mereka menggunakan video CCTV rekayasa dalam karir mereka,” tegas Rismon.
Predikat jabatan para jaksa dalam perkara kopi sianida yang diperoleh karena melalui proses yang melanggar hukum, menurut Rismon suatu hal memalukan.
Dengan membiarkan para penegak hukum melakukan tindak kejahatan, Rismon kuatir hal tersebut akan membawa preseden buruk di masa depan.
“Ini memalukan republik Indonesia, terus nanti kalau ini dicontoh bagaimana Pak Jaksa Agung, toh tidak ada konsekuensi apapun,” ungkap Rismon.
Apabila setiap pernyataan yang sesuai dengan kaidah ilmiah dianggap suatu kesalahan, Rismon menegaskan telah siap menempuh langkah hukum.
“Kalau Anda menyatakan saya hoaks, tuntut aja, biar kita buka-bukaan di pengadilan,” pinta Rismon dikutip Ayojakarta, Rabu 14 Februari 2024 dari Youtube Balige Academy.***

Share this article
Tuntut jaksa di kasus kopi sianida Jessica Wongso segera diberhentikan, saksi ahli digital Rismon Sianipar tantang jaksa agung buka-bukaan.