AYOJAKARTA.COM – Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara terus melakukan optimalisasi untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di ruas Jalan Raya Cakung-Cilincing.
Sejak dua hari terakhir, penerapan rekayasa lalu lintas diklaim mulai memberikan dampak positif terhadap kelancaran arus kendaraan di jalur logistik tersebut.
Berdasarkan pantauan selama dua hari hingga 19.00 WIB, arus kendaraan baik dari arah utara (Tanjung Priok) menuju selatan maupun sebaliknya dilaporkan terpantau kembali lancar.

Rekayasa Lalin dan Penutupan U-Turn
Kasatpel Perhubungan Kecamatan Cilincing, Rudy, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan langkah-langkah situasional untuk menyiasati lonjakan volume kendaraan.
Salah satu strategi utama adalah melakukan penutupan jalan sementara yang dimulai sejak pukul 16.30 WIB, tepat saat memasuki jam sibuk sore hari.
Selain penutupan jalan, petugas juga melakukan penutupan titik putaran balik (*U-turn*) di sejumlah lokasi krusial, termasuk di kawasan Babek TNI, Rorotan.
"Setelah kondisi arus lalu lintas kembali normal, titik putaran balik tersebut dibuka kembali," terang Rudy sembari menambahkan bahwa pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan susulan.

Sebagai informasi, biang kerok kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Cakung-Cilincing diketahui adanya ketidakseimbangan arus logistik di pelabuhan. Volume impor yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan aktivitas ekspor, sehingga terjadi penumpukan peti kemas baik di area pelabuhan maupun di depo-depo sekitar.
Kondisi ini memaksa petugas untuk bekerja ekstra di lapangan. Di kawasan KBN Cakung, pengaturan lalu lintas dilakukan secara dinamis dan real-time mengikuti kondisi kepadatan yang terjadi di lapangan.***
Share this article
Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara terus melakukan optimalisasi untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di ruas Jalan Raya Cakung-Cilincing.