AYOJAKARTA.COM - Kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum penagih utang atau debt collector (DC) Kredivo kini menjadi pusat perhatian publik.
Kejadian memilukan ini menimpa seorang nasabah perempuan yang berdomisili di Purworejo, Jawa Tengah.
Melalui unggahan di media sosial, akun @manangsoebeti_official membeberkan kondisi terkini yang dialami oleh korban.
Korban dilaporkan mengalami trauma yang sangat berat akibat perlakuan tidak manusiawi dari oknum DC tersebut.
Dalam sebuah video singkat, korban mengungkapkan rasa takutnya yang luar biasa terhadap keselamatannya sendiri.
"Saya takut tidak dapat keadilan, karena saya ini seorang perempuan yang lemah. Saya itu merasa trauma atas kejadian ini, saya tidak mau banyak perempuan merasakan hal yang sama seperti saya," ujar korban dalam video.
Ia merasa sangat tidak berdaya karena merasa sebagai seorang perempuan yang lemah.
Korban mengaku telah diintimidasi secara berlebihan sehingga mentalnya sangat terpukul.
Dampak dari intimidasi tersebut juga sangat memengaruhi kesehatan fisik dan kondisi psikologis korban.
Korban menyatakan bahwa saat ini seluruh badannya merasa sakit akibat stres yang dialaminya.
Sejak kejadian itu, korban selalu dihantui oleh pikiran-pikiran negatif dan rasa takut jika hal serupa terulang lagi.
"Saya diintimidasi, sekarang badan saya sakit. Saya cuma takut, saya takut sekali dengan keamanan saya. Sejak kejadian itu saya banyak memikirkan hal-hal negatif, takut semua terulang lagi. Saya gak tau harus melakukan apa lagi. Saya takut ketemu orang," kata perempuan asal Purworejo tersebut.
Bahkan, ia mengaku kini merasa sangat takut untuk bertemu dengan orang lain atau keluar rumah.
Melihat penderitaan korban, Manang Soebeti meminta bantuan dari berbagai lembaga tinggi untuk mengusut kasus ini.
Ia secara terbuka meminta Komnas Perempuan dan Polda Jateng untuk segera turun tangan membantu korban.
Selain itu, ia juga menandai pihak OJK, AFPI, dan Polres Purworejo agar memberikan perhatian serius pada kasus ini.
Langkah ini diambil untuk memastikan korban mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.
"TOLONG SIAPAPUN.. @ojkindonesia @afpiofficial.id @polrespurworejo_ untuk semua perempuan SPEAK UP ADN RISE @poldajateng @komnasperempuan Korban Debt Colector Kredivo/Kredifazz di Purworejo trauma berat," tulis akun Instagram @manangsoebeti_official dalam postingan yang diunggah pada Jumat, 24 Juli 2026.
Pihak manajemen Kredivo sendiri telah memberikan pernyataan resmi terkait situasi yang sedang viral ini.
Mereka menyatakan komitmennya untuk menangani setiap laporan dengan cara yang serius, objektif, dan adil.
Kredivo berjanji akan mengusut tuntas setiap dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh mitra penagih mereka.
Saat ini, perusahaan sedang melakukan pendalaman informasi secara intensif bersama pihak-pihak terkait.
Berdasarkan hasil investigasi awal, dugaan pelecehan ini melibatkan oknum dari perusahaan mitra penagihan, yaitu PT Danakirti Arta Kirana.
"Update 24 Juli 2026 pukul 14.00 WIB. Kredivo berkomitmen untuk memastikan setiap laporan memperoleh penanganan secara serius, objektif, dan adil terhadap semua pihak," demikian pernyataan Kredivo melalui instastory Instagram.
"Kami juga berkomitmen untuk mengusut setiap dugaan pelanggaran hingga tuntas. Saat ini kami fokus mendalami informasi secara intensif dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait sesuai dengan arahan OJK," sambungnya lagi.
Kredivo telah melaporkan hasil temuan investigasi internal tersebut secara langsung kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 23 Juli 2026.
Perusahaan memastikan telah mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran etika penagihan.
OJK sendiri telah memanggil manajemen Kredivo dan unit usahanya, KrediFazz, terkait masalah penagihan yang melanggar etika ini.
Lembaga pengawas keuangan tersebut memberikan peringatan keras agar proses penagihan tetap mematuhi standar regulasi yang berlaku.
OJK meminta Kredivo memperkuat pengawasan terhadap seluruh rangkaian proses penagihan utang guna menjaga kepercayaan masyarakat.
Kredivo merupakan platform kredit digital yang dikelola oleh PT FinAccel Digital Indonesia.
Perusahaan ini merupakan bagian dari Kredivo Group yang tercatat memiliki aset sangat besar mencapai Rp1,49 triliun pada akhir tahun 2025.
Saat ini, operasional harian perusahaan dipimpin oleh Umang Rustagi sebagai Direktur Utama.
Manajemen berjanji akan terus menyampaikan perkembangan kasus ini kepada publik secara transparan.***
Share this article
Kasus dugaan pelecehan oleh oknum DC Kredivo di Purworejo buat korban trauma berat. Pihak Komnas Perempuan hingga OJK diminta turun tangan, sementara Kredivo janji usut tuntas oknum mitra terkait.