AYOJAKARTA.COM – Sosok Thomas Lembong atau biasa disapa Tom Lembong belakangan sedang ramai diperbincangkan oleh publik.
Nama Tom Lembong mencuat usai berkali-kali disebut oleh Gibran Rakabuming Raka saat debat keempat Pilpres 2024 kemarin.
Sebagai informasi, Tom Lembong merupakan mantan Menteri Perdagangan 2015-2016, periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi.
Namun saat ini, Tom Lembong menjadi co-captain tim pemenangan nasional paslon Anies Baswedan-Muhaimin (AMIN).
Mengetahui dirinya kini viral usai disebut berkali-kali oleh Gibran dalam acara debat, Tom Lembong pun memberi tanggapan.
Dikutip dari akun TikTok @aprillinda849 pada (26/1/24), Tom Lembong mengatakan jika strategi kubu Gibran dengan menyenggol namanya tersebut justru menjadi senjata makan tuan.
“Kayanya kesalahan besar kemarin di debat cawapres mengerahkan strategi untuk mas Gibran mengangkat nama saya berkali-kali,” jelas Tom Lembong.
“Asli senjata makan tuan ya kan, jadi mereka kirim rudal tapi yang kebakaran malah sebelah sana,” lanjutnya.
Bahkan Tom Lembong juga menyebut jika pihak Prabowo dan Gibran mengalami kebakaran besar sampai-sampai harus mengerahkan para pemadam seperti sosok Bahlil hingga Luhut Panjaitan.
“Dan kelihatannya kebakarannya besar karena sampai mengerahkan dari mulai Pak Bahlil sampai Pak Budiman Sudjatmiko, sampai Pak Habiburrahman, sampai sekelasnya Pak Luhut itu harus ikut,” ujarnya.
“Saya istilahkan itu semuanya lagi memadam kebakaran ,” jelas Tom Lembong.
Tom Lembong juga menyinggung jika sekelas Luhut sampai turun dan berkomentar tandanya kebakaran yang terjadi di pihak Prabowo dan Gibran sungguh dahsyat.
“Jadi pasukan pemadam kebakaran itu sampai segitunya berarti ini benar-benar kebakaran yang dahsyat,” beber Tom Lembong.
Namun, meski kini dirinya dalam posisi diserang berbagai pihak dari kubu Prabowo-Gibran, Tom Lembong sangat bisa memahami situasi tersebut.
“Jadi saya bisa sangat mengerti, saya juga pernah memberikan masukan yang gagal dan kena semprot,” ungkap Tom Lembong.
Lebih lanjut Tom Lembong menjelaskan, “Jadi saya membayangkan mungkin tim debat kemarin kena semprot keras oleh mungkin Mas Gibran dan mungkin juga Pak Prabowo, Pak Jokowi saya gak tahu.”
Pasalnya, menurut Tom Lembong kubu Gibran menjadikan kemenangan di debat cawapres kedua sebagai dasar untuk jadi agresif di debat cawapres keempat kemarin.
Baca Juga: Viral Video Iriana Jokowi Gunakan Pose 2 Jari, Tanggapan Singkat Gibran Rakabuming: Biasa
“Karena masuk ke debat ketiga itu Mas Gibran punya kelebihan yaitu ekspektasi yang rendah sehingga beliau jauh melampaui ekspektasi,” terang Tom Lembong.
“Tapi karena beliau, tanda kutip menang debat kedua, itu bebannya tinggi sekali, secara ekspektasi tinggi sekali kan dan kelihatannya strategi yang diambil oleh tim debat Mas Gibran adalah untuk lebih agresif lagi, jadi hajar abis sampai keluarin tuh senjata-senjata seperti Tom Lembong, contekan dari Tom Lembong gitu ya,” lanjutnya.
Tapi strategi tersebut justru menjadi senjata makan tuan yang membuat citra Gibran Rakabuming jadi kurang berkelas.
“Dan kelihatannya itu sekali lagi senjata makan tuan, backfire, sehingga malah Mas Gibran yang kelihatan kurang berkelas,” jelas Tom.
Lebih lanjut ia menjelaskan, “Sementara Pak Muhaimin kelihatan tenang, kalem, tetap menghormati lawan debatnya tapi tidak mau diseret-seret ke gimik-gimik yang receh-receh gitu ya.”***

Share this article
Tom Lembong mengatakan jika strategi kubu Gibran dengan menyenggol namanya tersebut justru menjadi senjata makan tuan.