AYOJAKARTA.COM - Sejak dicalonkan sebagai pasangan capres-cawapres, antusiasme publik terhadap Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menguat di kalangan akar rumput.
Dukungan masyarakat luas terhadap pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar juga terlihat jelas setiap kali keduanya menyapa warga di tempat terbuka.
Meski kuantitas peserta di setiap kegiatan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar selalu mencapai angka jutaan, namun hasil survei justru menunjukkan perbedaan.
Berdasarkan hasil poling sejumlah lembaga survei, pasangan Anies-Cak Imin atau AMIN selalu berada di peringkat terakhir perolehan dukungan.
Namun hal berbeda terkait dengan hasil survei belum lama ini terjadi terhadap pasangan Anies dan Cak Imin.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indonesia Political Opinion atau IPO, pasangan Amin menempati urutan kedua mengungguli pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Baca Juga: Ungguli Ganjar, Anies Baswedan Optimis Menang di Pemilu 2024
Survei yang dilakukan pada periode 10 hingga 17 November dengan jumlah responden 1440, memiliki akurasi 95 persen dengan margin of error 2,5 persen.
Dari hasil survei IPO kemudian diketahui tingkat elektabilitas capres Prabowo dengan hasil 37,5 persen, Anies 32,7 persen dan Ganjar dengan 28,3 persen.
Sebagai pasangan capres-cawapres, posisi Amin juga mengalami kenaikan dengan 34,1 persen sementara Ganjar-Mahfud 27,1 persen.
Baca Juga: Anies Baswedan: Hidup Ini Tidak Semudah yang Kamu Kira, Sindir Siapa?
Hasil survei IPO juga masih menempatkan pasangan Prabowo-Gibran di urutan puncak dengan nilai elektoral mencapai 36,2 persen.
Sehubungan dengan adanya perolehan elektabilitas pasangan Amin yang mengungguli Ganjar-Mahfud, Direktur Eksekutif IPO memberi tanggapan.
Menurut Dedi Kurnia Syah, salah satu alasan turunnya elektoral Ganjar-Mahfud disebabkan oleh penilaian responden terhadap adanya anggapan konflik antara PDIP dan kubu Prabowo.
Selain itu, penurunan posisi elektoral juga terjadi karena masuknya Mahfud MD sebagai calon wakil presiden yang berdampak pada penilaian pasangan.
Dedi menambahkan, salah satu penyebab merosotnya elektoral Ganjar-Mahfud juga disebabkan akibat sikap kritis PDIP kepada pemerintahan presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Ganjar Beri Hadiah Topi SD untuk Anies Baswedan dan Prabowo Subianto, Ternyata Ini Maknanya
“Amin tidak melakukan reaksi apapun, itu yang mungkin membuat salah satunya memupuk simpati dan juga empati,Ganjar justru melakukan serangan dengan kritik pedas,” jelasnya.
Sehubungan dengan adanya peningkatan nilai elektoral yang ditunjukkan oleh lembaga survei, Ketua Pelaksana Timnas Anies-Muhaimin memberi tanggapan.
Menurut Sudirman Said, naiknya elektoral Amin yang ditunjukkan oleh sejumlah lembaga survei merupakan hasil kerja seluruh penggerak perubahan.
Adanya sinergitas berkelanjutan yang dilakukan oleh seluruh pendukung Amin di seluruh wilayah, merupakan indikasi kuat untuk berubah.
Namun demikian, Sudirman tidak melupakan jargon yang sering disampaikan oleh pasangan Amin terkait hasil survei.
“Naik kita syukuri, turun jadikan pemicu,” pungkasnya dikutip AyoJakarta.com pada Rabu, 22 November 2023 dari kanal YouTube Metro TV.***

Share this article
Salah satu alasan turunnya elektoral Ganjar-Mahfud disebabkan penilaian responden adanya anggapan konflik antara PDIP dan kubu Prabowo.