AYOJAKARTA.COM -- Bencana gempa bumi merupakan salah satu momok yang paling ditakuti oleh masyarakat karena kedatangannya yang tidak dapat diprediksi namun dapat menghancurkan seketika.
Beberapa wilayah yang rentan terjadi gempa bumi seringkali dihimbau oleh pihak BMKG untuk waspada dan menerapkan bangunan yang ramah terhadap guncangan.
Seperti halnya wilayah Sukabumi yang baru-baru ini menjadi perhatian pihak BMKG karena penyebab gempa bumi yang bisa datang dari sesar aktif dan zona megathrust.
Baca Juga: Mengenal 10 Sesar Aktif di Indonesia Berpotensi Sebabkan Gempa Mematikan
Dikutip dari akun Instagram @dongenggeologi (2/6/2023), Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung yakni Teguh Rahayu menjelaskan ada dua sumber gempa yang harus diwaspadai oleh warga Sukabumi yakni Megathrust Selatan Pulau Jawa Barat dan Sesar Cimandiri.
"Ada dua sumber gempa di Kabupaten Sukabumi yakni megathrust Selatan Jabar dan sejumlah sesar darat seperti Sesar Cimandiri," ucap Teguh Rahayu.
Pihak BMKG menginfokan bahwa telah mengadakan lokakarya terkait mitigasi
dua sumber gempa tersebut kepada BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah).
Kendati demikian dalam kegiatan tersebut tidak membicarakan soal prediksi kapan terjadinya gempa karena hal itu tidak dapat dilakukan.
Selain itu pihak BMKG mengharap masyarakat juga bersahabat dengan bencana yang ada disekitarnya.
Hal itu berarti selalu siap siaga diperkuat dengan mitigasi untuk meminimalkan dampaknya, seperti menekan jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta.
Lebih lanjut Teguh mengatakan bahwa pihak BPBD harus terus menerus memberikan sosialisasi kepada masyarakat, seperti mengenalkan bagaimana jika gempa bumi berpotensi terjadi dan juga potensi tsunami yang akan datang setelahnya.
Baca Juga: Waspada! 30 Sesar Aktif Ditemukan di Sulawesi Tengah, BMKG: Setiap Hari Pasti Ada Gempa Tercatat
"Kemudian masyarakat seperti apa jika terjadi tsunami, di titik mana saja evakuasi dan harus menyelamatkan diri kemana. Jika tidak disosialisasikan tentunya masyarakat tidak akan paham," Ucap Teguh.
Selain itu Teguh menambahkan bahwa pihak BPBD harus memiliki strategi dalam penyampaian potensi bencana kepada masyarakat.
Pasalnya hal ini merupakan salah satu perkara yang sensitif dan dapat memicu kekhawatiran jika tidak disampaikan dengan benar.***(Ardiany Fitri Sholekah)

Share this article
Beberapa wilayah yang rentan terjadi gempa bumi seringkali dihimbau oleh pihak BMKG untuk waspada dan menerapkan bangunan yang ramah terhada