AYOJAKARTA.COM - Berbagai persoalan politik, sosial, ekonomi, pendidikan hingga kemanusiaan menjadi akar munculnya tagar kabur aja dulu trending di medsos.
Komposisi kabinet yang gemuk, dan berbagai kebijakan di 100 hari kepemimpinan Prabowo Subianto, juga menjadi salah satu alasan lahirnya tagar kabur aja dulu.
Rasa jengah dan bosan dengan berbagai persoalan yang tidak berkesudahan, membuat tagar kabur aja dulu mulai berubah menjadi gerakan moral.
Problem politik yang semakin membuat nalar tercekik, antrian gas elpiji, pagar laut, hingga potensi kenaikan UKT bagi mahasiswa semakin membuat Indonesia mengalami paceklik.
Terlebih para generasi muda pendukung tagar kabur aja dulu juga sempat dijadikan sebagai bentuk tantangan nasionalisme.
Karena terlahir pada kondisi dan perbedaan jaman, pertanyaan akan sikap nasionalisme bagi kaum muda justru merupakan tantangan.
Tidak mengherankan jika semakin dilarang, akan disikapi oleh generasi muda sebagai alasan untuk memperkuat dan menegaskan keinginan.
Pandangan terkait akar lahirnya tanda pagar atau tagar kabur aja dulu tersebut disampaikan langsung oleh Sosiolog Imam B Prasodjo.
Lebih lanjut Imam menambahkan, menghadapi generasi muda masa kini tidak sama dengan generasi sebelumnya yang kini sudah bertambah usia.
“Persoalan ekonomi, sosial hingga gejolak perang saya yakin anak muda tahu, mungkin karena ada harapan yang perlu disampaikan,” ungkapnya, dikutip dari kanal YouTube METRO TV pada Rabu, 19 Februari 2025.
Baca Juga: Mahasiswa Demo Hari Ini, Ini 5 Deretan Tuntutan 'Indonesia Gelap' di Pemerintahan Prabowo
Menghadapi berbagai macam kompleksitas hidup sebagai bagian dari sebuah bangsa yang dinilai kurang mewakili kebutuhan pribadi, bagi kaum muda bukan perkara mudah.
Untuk itu, Imam berharap agar para orang tua atau pemangku jabatan lebih bisa mengakomodir harapan kaum muda yang menunjukkan indikasi reaksi sinisme.
“Menghadapi semua kesemrawutan ini, maka respon anak muda itu udahlah kabur aja dulu dech gue, males dengerin kaya begini,” imbuhnya.
Meski masih tergolong sebagai sebuah bentuk ekspresi emosi, Imam berharap perlu segera ditanggapi dengan lebih cepat.
Selain karena berbahaya bagi kehidupan bangsa Indonesia, pembiaran kabur aja dulu juga bisa berdampak merusak bagi lebih banyak pihak.
Sehubungan dengan ramainya tagar kabur aja dulu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan memberi tanggapan.
Menurut Luhut, tidak seharusnya generasi muda penerus bangsa menilai secara reaktif 100 hari kepemimpinan Presiden Prabowo.
Selain karena berbagai upaya pemulihan di setiap sektor terus dilakukan, pemerintah juga memberikan kesempatan bagi kaum muda untuk terlibat secara langsung.
Melalui berbagai riset digitalisasi, Luhut menyebut Presiden Prabowo sudah berbuat cukup banyak untuk bisa merangkul dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.***

Share this article
Selain karena berbahaya bagi kehidupan bangsa Indonesia, pembiaran kabur aja dulu juga bisa berdampak merusak bagi lebih banyak pihak.