AYOJAKARTA.COM – Mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies Baswedan, hingga saat ini tak pernah lepas dari sorotan masyarakat.
Sebagaimana diketahui, Anies Baswedan saat ini merupakan bakal calon presiden (Bacapres) yang diusung oleh Partai Nasional Demokrat (Nasdem).
Meski akan ikut serta dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang, hingga kini belum diketahui siapa sosok yang akan mendampingi Anies Baswedan sebagai bakal calon wakil presiden (Bacawapres).
Baca Juga: Beda Jauh! Polemik Honorer Tak Dapat THR 2023, AHY Bongkar Sejahteranya Honorer di Masa SBY
Keputusan Anies Baswedan untuk ikut serta dalam Pilpres 2024 mendatang sempat mendapat kritikan dari beberapa pihak.
Beberapa waktu lalu, dalam program QA yang tayang di kanal YouTube Metro TV, Anies Baswedan mengungkapkan alasannya untuk maju dalam Pilpres 2024 mendatang.
“Saya tugas di Jakarta sudah selesai, kemudian menjelang selesai saya dinominasikan. Kemudian saya sampaikan, saya siap,” kata Anies dikutip AyoJakarta.com dari Metro TV pada Kamis (6/4/2023).
Anies kemudian menjelaskan bahwa ia siap dan komitmen untuk serius dalam menjalankan hal ini sebagai panggilan tugas.
Menurut Anies, apabila ia mendapat panggilan tugas maka ia harus melaksanakannya.
“Yang kami tawarkan tentu gagasan, rekam jejak di dalam melaksanakan gagasan. Jadi saya siap, saya komit untuk menseriusi, dan ini sebagai ya panggilan tugas. Kalau dapat tugas kita jalankan, kalau nggak kita kerjakan yang lain,” jelasnya.
Selain itu, Anies juga mengungkapkan hal yang ia ingin lakukan ketika menjadi Presiden di tahun 2024 mendatang.
Anies menuturkan bahwa dirinya tidak ada rencana untuk mengubah Ibu Kota Negara (IKN) yang saat ini sedang dalam pembangunan.
Ini karena, mengenai IKN telah diatur dalam Undang-Undang dan juga sudah dilaksanakan.
Anies pun menyampaikan bahwa ketika ia menjadi Presiden, ia memilih untuk menjalankan apa yang sudah tercantum dalam UU.
“Sederhananya, itu Undang-Undang dan itu sudah dilaksanakan. Tentu apapun bisa diubah, pada saat ini tidak ada perubahan kan. Tidak ada rencana mengubah (ketika jadi Presiden), justru kita laksanakan Undang-Undang,” tuturnya.
“Kalau sudah jadi Undang-Undang kita ini nggak beropini pada Undang-Undang, laksanakan aja,” tutupnya.***

Share this article
Anies kemudian menjelaskan bahwa ia siap dan komitmen untuk serius dalam menjalankan hal ini sebagai panggilan tugas.