AYOJAKARTA.COM - Harta kekayaan pejabat eselon II di ditjen pajak Rafael Alun Trisambodo sampai detik ini masih menjadi sorotan publik setelah putranya, Mario Dandy Satrio menganiaya anak pengurus GP Ansor.
Diketahui kekayaan Rafael yang mencapai Rp 56 miliar ini dinilai sangat tidak wajar bahkan saat dipanggil KPK dalam proses klarifikasi mengenai harta kekayaannya tersebut pada Rabu (1/3) lalu, ia mengatakan bahwa kekayaannya yang disorot media tersebut bukanlah milik dirinya tetapi milik orang lain.
Lantas misteri kekayaan yang fantastis tersebut menjadi tanda tanya yang membuat PPATK memblokir sejumlah rekening konsultan pajak yang menjadi perpanjangan tangan Rafael selama ini.
Baca Juga: Daruba Maluku Utara Diguncang Gempa 4,6, Berpusat di Darat dengan Kedalaman 61 Km
Kemudian Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengatakan bahwa ia sudah memblokir 40 rekening terkait pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan yang berhubungan dengan Rafael Alun Trisambodo.
"Di atas 40 rekening (diblokir) dan akan terus bertambah. Rekening yang dibekukan milik Rafael dan keluarga, dan beberapa individu serta badan hukum atau perusahaan," kata Ivan.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa puluhan rekening Rafael dan keluarganya itu memiliki transaksi senilai Rp 500 miliar.
"Nilai mutasi rekening periode 2019-2023 sekitar Rp 500 miliar," ungkap Ivan yang dikutip di TvOneNews, Selasa (7/3).
Baca Juga: Simple Bun! Ide Resep Menu Sahur dan Berbuka untuk Puasa Ramadan Hari Pertama, Yuk Dicoba
Selanjutnya untuk update terbaru tentang klarifikasi terkait harta kekayaan Rafael menurut juru bicara KPK Ali Fikri, mengatakan bahwa sudah ditingkatkan menjadi tahap penyelidikan.
"Secara teknis, kegiatan berikutnya akan dilakukan oleh gabungan tim LHKPN dan tim penyelidik KPK berupa permintaan keterangan terhadap sejumlah pihak terkait," kata Ali.
Adapun pemblokiran yang dilakukan PPATK ini diduga berkaitan dengan indikasi pencucian uang yang dilakukan Rafael.
Dimana sebelumnya PPATK menemukan sejumlah transaksi signifikan Rafael yang ganjil sejak beberapa tahun lalu tetapi tidak ditindaklanjuti oleh KPK pada saat itu.

Share this article
Misteri kekayaan fantastis Rafael Alun menjadi tanda tanya yang membuat PPATK memblokir sejumlah rekening konsultan pajak.