AYOJAKARTA.COM---Kasus penganiayaan yang menimpa David (17) oleh Mario Dandy, anak pejabat pajak memang mengusik perhatian publik.
Pasalnya kasus itu tak hanya membuat masyarakat geleng-geleng atas perbuatan di luar nalar Mario kepada manusia lain, namun hal itu kemudian menyeret nama ayahnya dan instansi pajak.
Rafael Alun Trisambodo yang merupakan ayah dari Mario Dandy kemudian diberhentikan dari jabatannya sedangkan masyarakat kemudian ramai-ramai mengkuliti para pejabat pajak lainnya.
Hal ini pun membuat banyak pihak menaruh perhatian lebih pada kasus penganiayaan yang menimpa David.
Salah satunya adalah mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dalam sebuah wawancara yang diunggah melalui akun TikTok FLASHNEWS pasca menjenguk David (1/3/2023).
Said menyampaikan rasa prihatinnya terhadap nasib yang dialami oleh David karena penganiayaan yang dialaminya sangatlah keji.
Ia juga mempertanyakan pola didik yang dilakukan oleh keluarga Mario Dandy sehingga dapat melakukan hal yang di luar nalar tersebut.
Baca Juga: Waduh! Sri Mulyani Sentil Pegawai Pajak yang Suka Pamer Naik Moge
"Membesuk ananda, bagi saya ananda ya yang mengalami penganiayaan yang sangat-sangat luar biasa, di luar peri kemanusiaan. Saya juga heran di negara di bumi Pancasila ada perbuatan yang segitu kejinya yang dilakukan oleh anak keluarga terdidik, keluarga yang elite, bukan kelaurga yang biadab atau pedalaman bukan, dari keluarga yang terdidik pejabat Eselon III Direktorat Jendral Pajak," ucap Said Aqil.
"Maka yang jelas seperti yang sudah saya singgung, bapaknya tidak urus atau salah urus, tidak mendidik atau salah didik dengan jor, di manja dengan segala kemewahan uangnya belum tentu halal, yang jelas kalau uang haram di makan pasti anaknya nakal, kalau keterlaluan," lanjutnya.
Said pun menceritakan saat terjadi masalah di Direktorat Jenderal Pajak pada 2012 lalu ia bersama para Kyai sempat mengambil langkah untuk warga NU tidak usah membayar pajak.
"Oleh karena itu saya ketika jadi ketua PBNU tahun 2012 bulan september, munas ulama di pesantren Cirebon, waktu itu baru ada kejadian Gayus Tambunan, keputusan para Kyai kalau uang pajak selalu diselewengkan, NU akan mengambil sikap tegas, warga NU tidak usah membayar pajak waktu itu," ucap Said Aqil.
"Sampai Pak SBY kirim utusan pribadi almarhum pak Yusuf staf khususnya menemui saya, itu berdasarkan kitab kuning para ulama, kalau pajak masih diselewengkan warga NU akan diajak oleh para Kyai Kyai supaya tidak usah bayar pajak, tapi kalau pajak untuk rakyat, pajak untuk pembangunan, pajak untuk kebaikan kita dukung," tambahnya.
Hingga kini David masih menjalani perawatan intensif di RS Mayapada, sedangkan kasus penganiayaan masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak Kepolisian.***

Share this article
Said Agil juga mempertanyakan pola didik yang dilakukan oleh keluarga Mario Dandy sehingga dapat melakukan hal yang di luar nalar tersebut.