AYOJAKARTA.COM - Pada pekan ini sidang pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua akan diagendakan pembacaan tuntutan kepada kelima terdakwa utama.
Berbagai macam kesaksian dan keterangan dari para terdakwa akan menjadi bahan pertimbangan bagi hakim dalam menentukan vonis, termasuk ungkapan penyesalan dan permohonan maaf.
Namun dalam hal ini seorang pakar mikro ekspresi Kirdi Putra memberikan komentarnya terkait permohonan maaf yang diucapkan oleh Ferdy Sambo.
Dikutip dari tayangan Apa Kabar Indonesia yang diunggah pada channel YouTube tvOneNews (16/1/2023), Kirdi menjelaskan terkait faktor-faktor terkait sebuah permohonan maaf.
"Kalau kita bicara tentang permohonan maaf yang tulus, permohonan maaf yang tulis itu sebenarnya sederhana kok nggak susah untuk kita lihat, ada dua faktor, verbal dan non verbal," ucap Kirdi.
"Dari non verbalnya kita bisa lihat dari ekspresi wajah menyesal penyesalan dilandasi adanya kesedihan dan itu tidak terllau terlihat dalam pembacaan oleh FS," lanjutnya.
Kirdi kemudian menyampaikan analisanya terkait sisi verbal dalam sebuah permohonan maaf yang tulus.
Baca Juga: Ingin Rezeki Berkah Melimpah? Kata Mbah Moen Jangan Lupa Baca Amalan Ini Setelah Salat Fardu!
"Kita analisa dari sisi verbalnya, kata-kata yang digunakan dalam sebuah permohonan yang tulus itu perlu mengandung tiga bagian, bagian pertama adalah siapa yang meminta maaf yaitu saya, dalam hal ini FS melakukannya dengan sangat jelas," ucap Kirdi.
"Kedua minta maaf kepada siapa, kali ini minta maafnya jelas kepada pihak keluarga, tetapi disini pertanyaaannya komunikasi manusia itu ada karakter sendiri hubungannya dengan pola, sebelum sebelumhya tidak terucap sebelumnya, dulu dari awal malah tanda petik malah dengan sangat keras menyatakan bahwa dia punya justifikasi bahwa punya seolah seolah dia melakukan hal tersebut," ucap Kirdi.
"Nomer duanya ini bahwa dia minta maaf ke siapa jelas tapi itu tidak sama dengan pola yang sebelumnya yang melihat ini menjadi meragukan," lanjut Kirdi.
"Yang ketiga kenapa minta maaf ini menarik ketika dijelaskan bahwa kenapa minta maaf ada sebuah penjelasan kata-kata kaya permintaan maaf tapi disisipi ngeles, kenapa saya katakan ngeles, yang kata kata hajar kemudian ditafsirkan yang nembak dia lo bukan saya," ucap Kirdi.
Kirdi pun kemudian menejalskan terkait pernyataan dari Ferdy Sambo yang membawa anak-anaknya dalam menyampaikan permohonan maaf.
"Kemudian ada menempatkan diri sebagai korban, karena disini seolah olah kaya gentle mengatakan bahwa ketidakmampuan menahan emosi makan anak-anak saya harus menggapai cita-citanya sendiri, sebenarnya itu tidak perlu disebutkan," tandasnya.
"Jadi buat saya permintaan maaf ini adalah cenderung seperti sebuah cara dia meraih simpati dan untuk ngeles, buat saya terlihatnya seperti itu,"pungkas Kirdi.***

Share this article
Ahli Mikro Ekspresi Beberkan Kejanggalan Permintaan Maaf dari Ferdy Sambo: Seolah Gentle tapi Sambil Ngeles.