AYOJAKARTA.COM - Mie Instan sudah menjadi makanan yang sangat populer di lidah masyarakat Indonesia.
Selain harganya yang murah, cara pembuatan yang instan membuat makanan ini kerap digemari.
Namun rupanya mie instan sudah mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
Kenaikan akan terjadi di pasar minimarket dan pasar-pasar tradisional serta warung-warung.
Dilansir dari Pikiran Rakyat, ternyata pada beberapa minggu yang lalu, fenomena harga mie instan naik itu sudah terjadi.
Baca Juga: Di Rutan Bareskrim, Bharada E Tulis Surat Memohon Maaf kepada Keluarga Brigadir J
Kenaikan itu terpantau sudah terjadi di warung, termasuk salah satunya pada varian mie ayam bawang dari sekira Rp2.700 menjadi Rp2.800 per bungkus.
Di minimarket per bungkus mie goreng yang sebelumnya Rp2.900, naik menjadi Rp3.100. Namun, apakah dengan meredanya perang Rusia – Ukraina nanti, harga mie instan tersebut akan naik tiga kali lipat?
Dua pekan lalu dalam sebuah seminar, Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan juga mengungkapkan bahwa harga-harga mie instan akan naik.
Baca Juga: Masih Ingat Rekaman Tragedi KM 50 FPI? Kini Kembali Mencuat Bersamaan dengan Kasus Ferdy Sambo
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, dampak perang Rusia dan Ukraina, yaitu salah satunya adalah kenaikan harga mie instan dan menjadi pasokan terhambat.
Ia memprediksi nilai kenaikannya bakal terasa signifikan dari yang terjadi saat ini.
Ada 180 juta ton gandum tidak bisa keluar dari Ukraina, katanya.
Kenaikan harga itu otomatis bakal terjadi karena bahan baku mie sangat bergantung pada impor.
“Saya bicara ekstrem aja, ada gandum tapi harganya mahal banget. Sementara kita impor terus,” katanya dikutip dalam webinar, Selasa, 9 Agustus 2022.
Rusia dan Ukraina merupakan penghasil gandum terbesar di dunia. Kedua negara menyuplai sekitar 30-40 persen dari kebutuhan gandum dunia.***

Share this article
Dua pekan lalu dalam sebuah seminar, Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan juga mengungkapkan bahwa harga-harga mie instan akan naik.