AYOJAKARTA.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengumumkan sejumlah kebijakan baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Pengumuman itu terkait kenaikan tunjangan guru yang telah ditandatangani Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Guru-guru sertifikasi yang lulus pada tahun 2024 mendapatkan tunjangan sebesar Rp2 juta, dan guru sertifikasi yang sudah lulus sebelumnya, tunjangannya dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta," ujar Mu’ti, dikutip dari siaran YouTube PENGURUS BESAR PGRI OFFICIAL.
Mu’ti juga menjelaskan bahwa guru ASN tunjangan sertifikasinya akan ditingkatkan sesuai dengan satu kali gaji pokok.
Namun, ia mengakui bahwa jumlah kenaikan tersebut kemungkinan belum sesuai dengan harapan para guru.
"Mungkin jumlahnya belum sebanyak yang diharapkan oleh bapak dan ibu sekalian, tetapi mungkin Prof. Satrio dalam beberapa kesempatan rapat kabinet ada beberapa menteri yang juga mulai dikomplain oleh jajarannya, Kenapa hanya guru yang tunjangannya dinaikkan?" jelas Mu’ti.
Selain itu, Mu’ti juga mengumumkan sejumlah kebijakan baru lainnya, seperti gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, senam pagi sebelum pembelajaran dan lomba cipta lagu anak-anak.
"Gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia Hebat, ini adalah gerakan yang meliputi gerakan kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat," jelas Mu’ti.
“Mohon juga nanti dukungan Bapak Ibu guru sekalian untuk gerakan senam pagi sebelum mulai pembelajaran,” tambahnya.
Mu’ti berharap kebijakan-kebijakan baru tersebut bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia serta melahirkan generasi Indonesia emas 2045.
Baca Juga: Tunjangan Sertifikasi Guru Jadi 100 Persen, Kapan Cair? Simak Penjelasan sekaligus Aturannya!
Tidak lupa Abdul Mu’ti juga meminta dukungan dari para guru di Indonesia untuk memajukan pendidikan nasional.
Mu’ti juga menyampaikan bahwa pemerintah akan menerapkan wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari taman kanak-kanak.
Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak sejak usia dini.
"Kami juga akan mulai menerapkan wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari taman kanak-kanak," pungkasnya.***

Share this article
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengumumkan sejumlah kebijakan baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan.