AYOJAKARTA.COM - Banjir dan longsor yang terjadi di Pulau Sumatera ternyata terjadi pula di Pulau Papua.
Intensitas hujan yang tinggi di sejumlah wilayah di Indonesia akibat fenomena pengaruh Siklon Tropis Senyar dan masuknya musim hujan dan diperkuat adanya fenomena global La Nina lemah.
Dikutip ayojakarta.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura, setidaknya 377 Kepala keluarga (KK) terdampak banjir dan longsor ini.
Baca Juga: UMKM Gorontalo Dibekali Ilmu Ekspor Global Melalui Program BNI Xpora
Hal ini disampaikan oleh Kepala BPBD Kabupaten Jayapura, Lefinus Ragainaga yang menyebutkan di wilayah Sentani setidaknya 345 KK terdampak.
“Rinciannya yaitu BTN Rofelle 126 KK, BTN Qaliwe 105 KK, BTN Gajahmada 39 KK, dan BTN Citrabuana IV 75 KK. Total keseluruhannya 345 KK,”
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Jayapura per 25 November 2025, genangan air dilaporkan terjadi di beberapa lokasi di Distrik Sentani, antara lain: BTN Rofelle, BTN Qaliwe BTN Gajah Mada, dan BTN Citra Buana IV.
Baca Juga: BNI Perkuat Kiprah ESG, Raih Penghargaan dari B-Universe Tahun 2025
Lantas apa penyebab dari banjir-longsor tersebut?
Bupati Jayapura, Yunus Wonda menyatakan bahwa penyempitan drainase dan banyaknya sampah menjadi penyebab utama banjir yang berulang melanda sejumlah permukiman di Distrik Sentani.
Pernyataan ini disampaikannya usai meninjau langsung kawasan langganan banjir, Rabu, 26 November 2025.
Sebagai langkah penanganan, Pemkab telah mengerahkan alat amfibi pengeruk sungai (amphibious excavator) untuk membersihkan endapan sedimen di alur air yang menuju Danau Sentani.
“Alat amfibi sudah kita turunkan untuk mengeruk sungai dan jalur air yang mulai dangkal. Ini penting supaya aliran air dari danau dan permukiman tetap lancar,” ujarnya.

Share this article
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura, setidaknya 377 Kepala keluarga (KK) terdampak banjir dan longsor ini.