AYOJAKARTA.COM - Hujan ekstrem yang lebih dulu menghantam Aceh pada Selasa ternyata hanyalah awal dari bencana besar yang kemudian merembet ke Sumatera Utara hingga Sumatera Barat.
Terjangan siklon Senyar membuat cuaca memburuk drastis, memicu banjir bandang dan longsor yang menelan puluhan korban jiwa serta memutus akses energi dan komunikasi di banyak wilayah.
Kondisi paling parah terjadi di Sumatera Utara, terutama di Sibolga dan Tapanuli. Dari data sementara Polda Sumut, tercatat 65 kejadian bencana hanya dalam beberapa hari mulai dari 38 titik longsor hingga 24 titik banjir yang melanda delapan kota/kabupaten.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Garry Iskak di Jakarta Selatan, Kejadiannya Mirip yang Menimpa Ustad Uje
Ribuan kepala keluarga terdampak, ratusan mengungsi, dan korban meninggal terus bertambah seiring proses evakuasi yang terhambat cuaca ekstrem.
Video warga yang terjebak di hutan dan berteriak meminta bantuan Bupati menggambarkan situasi yang benar-benar mencekam. Material kayu, puing bangunan, hingga jenazah hanyut terbawa arus deras. Banyak wilayah terisolasi karena jalan terputus, sementara jaringan listrik dan internet lumpuh total.
Tidak hanya Sumut, Aceh juga memasuki status darurat bencana di sembilan kabupaten/kota. Curah hujan yang berlangsung hampir seminggu penuh memicu banjir luas dengan total terdampak mencapai 46.893 jiwa dan lebih dari seribu orang mengungsi.
Robohnya tiga tower transmisi serta padamnya listrik membuat warga benar-benar terputus dari dunia luar. Banyak perantau mengaku tidak bisa menghubungi keluarga selama berhari-hari.
Di saat bersamaan, Sumatera Barat pun tak luput dari dampak badai. Sejumlah wilayah kembali dilanda banjir dan longsor, memperburuk kondisi yang sudah rapuh akibat hujan ekstrem sepanjang bulan.
Krisis ini memunculkan pertanyaan besar, soal apakah ini murni bencana alam atau alarm keras akibat rusaknya alam oleh manusia?
Banyak pakar menilai banjir bandang sebesar ini tidak akan terjadi tanpa faktor kerusakan hutan, penyempitan daerah resapan, serta aktivitas industri yang mengubah kontur wilayah.
Inilah saatnya masyarakat lebih peka. Jika melihat penebangan liar, pembangunan yang merusak hutan, atau aktivitas berbahaya lainnya, segera laporkan.
Baca Juga: Rekomendasi Smartphone Rp3–5 Juta yang Paling Worth It Dibeli Akhir Tahun 2025
Musibah yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah cukup menjadi pelajaran pahit. Jangan sampai daerah lain mengalami hal serupa.
Bencana ini bukan sekadar cerita duka, melainkan tanda bagi kita semua bahwa alam sedang menagih tanggung jawab. Semoga bantuan, pemulihan, dan kesadaran bersama bisa hadir lebih cepat daripada datangnya badai berikutnya.***
Share this article
Banjir dan longsor melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar akibat hujan ekstrem dan siklon Senyar. Ribuan warga terdampak, banyak wilayah terisolasi, listrik padam, dan korban terus bertambah.