AYOJAKARTA.COM – Kapal induk Amerika Serikat USS Nimitz dilaporkan telah mematikan sinyal atau sistem pelacak otomatis (transponder) saat melintasi perairan antara Indonesia dan Malaysia pada pertengahan Juni 2025.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari berbagai sumber, sinyal terakhir kapal ini tercatat pada 17 Juni 2025 sekitar pukul 09.03 WIB, saat kapal bergerak dengan kecepatan 19 knot pada jalur 313 derajat.
Setelah itu, kapal induk AS tersebut tidak lagi mengirimkan data lokasinya. Langkah ini menimbulkan perhatian karena terjadi di tengah memanasnya konflik antara Iran dan Israel, dan kapal tersebut diduga dalam perjalanan menuju Teluk Persia untuk memperkuat postur militer AS di kawasan Timur Tengah.
Kapal Perang Tidak Wajib Menyalakan Sinyal AIS Menurut Pengamat Militer
Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menjelaskan bahwa kapal perang tidak diwajibkan menyalakan Automatic Identification System (AIS) seperti kapal komersia
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, juga memastikan bahwa kapal induk Amerika Serikat USS Nimitz diperbolehkan berlayar melewati perairan Indonesia karena menggunakan hak lintas transit.
“sesuai dengan aturan Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982, memperbolehkan kapal asing, termasuk kapal perang, melintasi wilayah perairan suatu negara tanpa harus meminta izin,” ungkap Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi yang dikutip dari Kompas TV pada Minggu 22 Juni 2025.
Baca Juga: AS Ikut Campur, 3 Situs Nuklir di Iran di Bom, Pengamat: Ada Potensi Perang Dunia ke 3
Saat ini, TNI AL juga sedang memantau pergerakan kapal ini secara ketat untuk menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.
Menurutnya, Kapal induk tersebut diduga sedang dalam perjalanan menuju kawasan Timur Tengah, khususnya Teluk Persia, mengingat ketegangan antara Iran dan Israel.
Diketahui, pemindahan USS Nimitz ke wilayah Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam rangka memperkuat postur pertahanan AS dan melindungi personel militer di kawasan tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari respons militer AS terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.
Singkatnya, USS Nimitz mematikan sinyal saat melewati perairan Indonesia sebagai bagian dari prosedur operasi militer yang diperbolehkan secara internasional, dengan tujuan perjalanan menuju Timur Tengah di tengah situasi geopolitik yang tegang. ***

Share this article
Kapal induk Amerika Serikat USS Nimitz dilaporkan telah sistem pelacak otomatis (transponder) saat melintasi perairan Indonesia dan Malaysia