AYOJAKARTA.COM – Perkara kopi sianida atau kasus Jessica Wongso, menurut Rismon Sianipar terjadi akibat tindakan sejumlah oknum penegak hukum yang brutal dan barbar.
Rismon Sianipar menilai, selain akibat manipulasi barang bukti oleh oknum polisi dugaan keterlibatan Jaksa juga menjadi pencetus kebebasan Jessica Wongso diberangus.
Karena itu melalui unggahan videonya, Rismon Sianipar yang sempat menjadi Saksi Ahli Digital menghimbau publik untuk terus melakukan kritik.
Tanpa adanya peran dari seluruh lapisan masyarakat, Rismon kuatir praktik mafia hukum dan peradilan akan terus mengancam kedaulatan di Republik Indonesia.
“Inilah cara satu-satunya untuk membuktikan bahwa kita tidak ingin diinjak-injak oleh mereka,” tegas Rismon.
Bagi Rismon kekhawatiran tersebut memang sangat beralasan, sebab sejumlah upaya menuntut keadilan selalu berujung pada kekecewaan.
Baca Juga: Psikologi Orang yang Pakai Jam Tangan di Sebelah Kanan, Ada 7 Fakta Menarik Ini
Lebih lanjut Rismon mengingatkan bahwa rakyat Indonesia adalah pemilik sah kedaulatan dan keadilan, bukan di tangan mafia hukum dan peradilan.
Sehubungan dengan dugaan praktik manipulasi dalam perkara Jessica, Rismon sempat melakukan sejumlah tindakan.
Selain membuat laporan ke DPR RI dan Komnas HAM, melalui kanal Youtube-nya Rismon juga diketahui mengirim surat elektronik melalui Dumas atau Pengaduan Masyarakat.
Namun upaya-upaya yang dilakukan Rismon untuk bisa melakukan perbaikan bagi praktik peradilan seringkali berujung pada kekecewaan.
Meski demikian, Rismon mengaku akan terus melakukan sejumlah tindakan agar nasib yang dialami Jessica tidak lagi terulang di republik ini.
Terkait dengan komitmen tersebut, melalui unggahan videonya Rismon menyebut telah melakukan kontak secara khusus dengan salah satu Media Nasional.
“Saya sudah ada sambungan telepon dengan Ibu Hera dari Kompas TV supaya saya bisa di wawancara, mudah-mudahan jadi,” ungkap Rismon.
Dari percakapan yang dilakukan tersebut, Rismon berharap akan mendapat kesempatan untuk berbicara secara langsung dengan Rosiana Silalahi.
Dengan mendapat kesempatan berbicara secara lebih terbuka, Rismon berharap akan membawa dampak positif bagi proses penegakan keadilan.
Berharap mendapat peluang untuk bisa hadir dalam acara yang digawangi Rosiana Silalahi, Rismon akan secara khusus meminta pertanggung-jawaban Kapolri.
Selain menyinggung peran Kapolri, Rismon juga ingin agar Kepala Badan Reserse Kriminal dan Propam ikut melakukan investigasi.
Peran penting dari M. Nuh Al Azhar dan Christopher Hariman Rianto serta para Jaksa, menurut Rismon harus digali secara lebih teliti dan mendalam.
“Mendesak pihak-pihak berwenang, terutama Kapolri, Kepala Bareskrim dan Propam untuk bertindak, mereka harus menginvestigasi,” pungkas Rismon.

Share this article
Rismon mengaku akan terus melakukan sejumlah tindakan agar nasib yang dialami Jessica tidak lagi terulang di republik ini.