AYOJAKARTA.COM — Pipa minyak milik Pertamina Adera kembali bocor, mirisnya lagi lokasi pecahnya pipa minyak tersebut di tempat sama, yakni di wilayah Desa Benuang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan, tepatnya di pinggir jalan lintas PALI-Sekayu.
Dari pantauan tim media di lapangan, Sabtu, 9 Maret 2024, aliran minyak mentah keluar dari dalam tanah dan mengalir masuk ke sejumlah kebun milik warga mengikuti aliran air.
Sejumlah warga, menyatakan bocornya pipa minyak milik Pertamina Adera tersebut sudah berlangsung sekitar satu minggu lalu.
Warga pun menyebut bahwa penyebab pipa bocor tersebut akibat korosi, karena posisi pipa berada didalam tanah.
Atas kejadian tersebut, warga geram ketika permasalahan tersebut terus berulang, sementara kejadian yang lama saja hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak Pertamina Adera.
"Kejadian lama tidak ada kejelasan, padahal ada 34 Kepala Keluarga (KK) saat itu terdampak dan dirugikan dengan kejadian pipa pecah milik Pertamina Adera bulan Januari lalu," ujar Edi, salah satu warga setempat saat ditemui di lokasi kebocoran pipa tersebut.
Edi menegaskan bahwa kesepakatan warga yang terdampak bahwa tidak akan mengizinkan pihak Pertamina Adera untuk membersihkan leleran minyak mentah yang masuk ke kebun warga sebelum ada kesepakatan.
"Kami hanya minta kejelasan dari pihak perusahaan, karena kami nilai ini murni kelalaian pihak Pertamina Adera. Dan setelah kejadian lalu, pihak perusahaan hanya berjanji akan bertanggung jawab tapi kenyataannya menghilang," tandas Edi.
Hal sama dikatakan Pesi, warga lainnya bahwa warga sekitar lokasi kejadian khawatir akan keselamatannya, lantaran pada lokasi yang sama di awal tahun ini sudah dua kali terjadi kebocoran.
Bahkan menurut Pesi kejadian yang lalu puluhan KK sempat mengungsi lantaran semburan minyak mencapai 10 meter lebih.
"Sudah kami sampaikan kejadian ini ke pihak perusahaan, tetapi yang datang hanya pekerja untuk membersihkan leleran minyak yang keluar. Padahal kami minta kejelasan pihak perusahaan terkait pertanggungjawaban atas kejadian yang lama," kata Pesi.
Diakui Pesi bahwa sempat terjadi pertemuan antara warga terdampak dengan pihak perusahaan.
Saat itu terjadi tawar menawar, di mana warga meminta tali asih sebesar Rp1 juta, namun pihak perusahaan sanggup memberi Rp300 ribu per KK.
Tetapi kesanggupan pihak Adera tidak ada kabar lagi setelah pipa bocor diperbaiki.
"Kami khawatir, kalau kejadian ini kami izinkan lagi untuk dibersihkan dan ditutup pipa yang bocor, pihak perusahaan akan menghilang kembali," akunya.
Pesi meminta pemerintah dan pihak terkait untuk membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan ini.
"Kejadian yang lalu banyak warga yang dirugikan, ada beberapa sumur yang tercemar. Dan kejadian saat ini pun sudah ada satu sumur tidak bisa digunakan lagi airnya lantaran tercemar minyak mentah serta leleran minyak masuk kebun karet dan kebun sawit warga," terangnya.
Sementara dari salah satu pekerja Pertamina Adera yang berada dilokasi mengaku bahwa pada lokasi keluarnya minyak mentah tidak terdapat pipa di dalam tanah. Karena posisi pipa berada di seberang jalan.
Untuk memperjelas dan mencari asal minyak yang keluar dari dalam tanah, terjadi kesepakatan antara pekerja Pertamina Adera dengan warga untuk menggali tanah pada titik keluarnya minyak tersebut.
Setelah digali, dan ternyata memang keluar rembesan minyak dari dalam tanah yang diduga mengalir dari arah posisi pipa yang berada diseberang jalan.***

Share this article
Sejumlah warga, menyatakan bocornya pipa minyak milik Pertamina Adera tersebut sudah berlangsung sekitar satu minggu lalu.