AYOJAKARTA.COM - Analis politik, Ray Rangkuti, memberikan prediksi menarik terkait elektabilitas pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming di Pilpres 2024.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui channel YouTube Mind TV Indonesia pada Senin, 29 Januari 2024, Rangkuti menyebutkan bahwa tren elektabilitas pasangan calon nomor urut 02 terlihat stagnan dan bahkan mengalami penurunan.
Menurut Rangkuti, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya penurunan kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi.
"Tingkat kepuasan terhadap Pak Jokowi lebih ditopang oleh bansos. Kalau bansos diturunkan, tingkat kepuasan cenderung negatif," ungkapnya.
Selain itu, Rangkuti menyoroti munculnya figur Ganjar Pranowo yang dinilai memiliki asosiasi yang kuat terhadap kemampuan menjalankan program-program Jokowi.
Ganjar juga disebut mampu memberikan perlindungan terhadap substansialitas demokrasi, yang dapat menjadi alternatif bagi pemilih.
Ray Rangkuti juga memproyeksikan bahwa jika per tanggal 20 Januari elektabilitas 02 tetap stagnan, maka kemungkinan besar Jokowi akan terlibat langsung dalam kampanye.
"Pak Jokowi akan terlibat langsung dalam kampanye, dan kira-kira 4 atau 5 hari setelah itu, beliau akan mengeluarkan pernyataan tersebut," ujar Rangkuti.
Menurutnya, upaya ini bisa dianggap sebagai "peluru terakhir" kubu 02 untuk memperbaiki elektabilitas Prabowo-Gibran.
Rangkuti menegaskan bahwa keputusan untuk melibatkan Jokowi dalam kampanye menjadi kunci yang mungkin dapat mengubah dinamika politik menjelang Pilpres 2024.
Jokowi Kehilangan Respek dari Rakyat
Sebelumnya Ray Rangkuti mengatakan semakin banyak warga yang kehilangan respek terhadap Jokowi karena dianggap mengabaikan prinsip-prinsip demokrasi.
Rangkuti mengungkapkan bahwa perubahan sikap warga terlihat jelas saat Jokowi dan Ibu Negara melakukan kunjungan ke sejumlah kota beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, masyarakat selalu menyambut dengan antusias dan kehangatan, namun kini suasana telah berubah.
"Ia mengingatkan bahwa, sebelumnya, masyarakat selalu menyambut dengan antusias dan penuh kehangatan, namun, kini, suasana telah berubah. Kemarin-kemarin ketika Pak Jokowi sama Ibu jalan di Salatiga seingat saya di mana gitu, masyarakat di pinggir jalan itu bukan lagi teriakin, bukan lagi nyambut kayak dahulu. Udah beda lagi," ungkap Rangkuti.
Pengamat pemilu ini menambahkan bahwa sikap masyarakat terhadap Jokowi akan terus berkembang. "Perlawanan terasa. Hati-hati, dan menurut saya itu akan jadi tren ke mana Pak Jokowi akan pergi akan disambut dengan teriakan. Itu tren hati-hati," sambungnya.
Rangkuti juga mengamati bahwa perlawanan yang terasa dari masyarakat menunjukkan adanya perubahan dalam persepsi terhadap kepemimpinan Jokowi. Dia menegaskan bahwa tanda-tanda ini seolah menjadi sinyal bahwa masyarakat mulai kehilangan kepercayaan dan respek terhadap kepemimpinan Jokowi.
Baca Juga: Nilai Perilaku Gibran Saat Debat, Eros Djarot Salahkan Jokowi: Kenapa Kok Tega Amat
"Sinyal-sinyalnya makin-makin berani orang mengatakan yang sebaliknya di depan Pak Jokowi," jelasnya.
Ray Rangkuti menyampaikan alasan perubahan sikap masyarakat.
"Dulu orang itu enggak berani, bukan karena memang gak berani, karena memang orang enggak punya bahan untuk mengatakan ini orang baik. Sekarang orang punya bahan karena ada peristiwa etika yang sulit diterima oleh publik," bebernya.***

Share this article
Analis politik, Ray Rangkuti, memberikan prediksi menarik terkait elektabilitas pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming