AYOJAKARTA.COM - Kantor Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Jawa Timur dihiasi oleh berbagai karangan bunga.
Karangan bunga itu berdatangan setelah kabar pemecatan Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, mencuat.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman YouTube tvOneNews pada Senin (1/1/2024), karangan bunga yang memenuhi halaman kantor tersebut bukanlah sekadar kado tahun baru.
Baca Juga: Profil KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur yang Dicopot Jabatannya oleh PBNU
Karangan bunga itu ada sebagai ekspresi simpati dan empati terhadap pemecatan yang menimpa KH Marzuki Mustamar.
Meski tanpa nama pengirim, karangan bunga menyuarakan sindiran tajam kepada pimpinan NU, menciptakan aura misteri di seputar pemecatan ini.
Beberapa karangan bunga menampilkan pesan tegas, antara lain, "Jangan jadikan NU tunggakan untuk meraup keuntungan" atas nama Nahdliyin Cerdas Bersatu.
Baca Juga: Sikap KH Marzuki Mustamar Setelah Dicopot dari Jabatan Ketua PWNU: Kami Hormati
Kemudian ada karangan bunga bertuliskan "Yahya & Ipil biang kehancuran" NU Ndeso.
Selain itu, ada juga karangan bunga bertuliskan "Jangan biarkan NU ditangan badut" NU garis lurus.
KH Marzuki Mustamar menyatakan kebingungannya dan membantah adanya kaitan politik dalam pemberhentian dirinya.
Baca Juga: Ada Lukisan SBY! Anies Baswedan Ajak Warganet Kunjungi Pameran Lukisan di Taman Ismail Marzuki
Ia menegaskan bahwa keputusan dukungan politik adalah hak pribadi yang tidak seharusnya menjadi alasan pemecatan.
"Tidak disebut, sehingga kami tidak tahu, lalu kami harus berbenah, kami juga tidak tahu kesalahan apa. Karena ada suara-suara KH Marzuki begini," ungkapnya
Pemecatan KH Marzuki Mustamar itu meninggalkan tanda tanya besar di kalangan Nahdliyin.***

Share this article
Karangan bunga berdatangan setelah kabar pemecatan Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, mencuat.