AYOJAKARTA.COM – Lembaga Survei Indikator Politik Nasional (IPN) telah merilis hasil risetnya untuk elektabilitas Prabowo Subianto pada Pilpres 2024, dimana hasilnya menunjukan apabila Prabowo dipasangkan dengan Gibran Rakabuming Raka maka hasilnya menurun.
Wahyu Sanjaya selaku Direktur Riset IPN, mengatakan bahwa hasil survei Prabowo-Gibran tidak sebagus apabila dibandingkan dengan Khofifah Indar Parawansa, atau Erick Thohir.
"Namun, jika dipadukan dengan pasangan yang ada, seperti Prabowo-Gibran, minat responden dalam memilih justru menurun dibandingkan jika disandingkan dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, atau Menteri BUMN, Erick Thohir," Ujar Wahyu, dikutip dari Suara.com, Rabu (11/10/2023)
Baca Juga: 6 Fakta Film Dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso yang Dirilis Netflix
Survei ini dilakukan pada periode 12-26 September 2023, di 34 Provinsi di Indonesia, dengan respon merupakan WNI yang sudah memiliki hak pilih.
Total responden sebanyak 1.500 orang dengan margin of error 3.05 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Untuk metodologi pengumpulan suara menggunakan multistage random sampling, yaitu pengambilan sampel dengan menggunakan kombinasi lebih dari dua metode pengambilan sampel berbeda.
Dalam hasil survei itu Wahyu menyampaikan bahwa hasil survei Prabowo-Gibran hanya sebesar 5,1 persen suara, sedangkan Prabowo-Khofifah sebesar 62,4 persen.
Baca Juga: Kunjungi Pasar Rakyat di Malang, Anies Baswedan dan Cak Imin Bahas tentang Ekonomi Bangsa
Untuk elektabilitas terendah ketika Prabowo dipasangkan dengan Airlangga dengan hasil 2,8 persen, sedangkan Prabowo-Erick sebesar 16,3 persen.
Walaupun begitu disampaikan masih ada 13,4 persen yang belum menentukan pilihan atau tidak menjawab.
Lebih lanjut, Wahyu juga menyampaikan bahwa jika Prabowo tetap berpasangan dengan Gibran pada Pilpres 2024, maka sekitar 60,1 persen responden akan mengalihkan dukungan kepada kandidat lain.
"Responden yang tetap memilih Prabowo Subianto dan Gibran hanya tersisa 10,3 persen responden dan yang memilih tidak menjawab atau tidak tahu sebanyak 29,6 persen," ujar Wahyu.***

Share this article
Lembaga Survei Indikator Politik Nasional (IPN) telah merilis hasil risetnya untuk elektabilitas Prabowo Subianto pada Pilpres 2024