AYOJAKARTA.COM - Bakal Calon Presiden (Bacapres) yang diusung oleh PDI Perjuangan Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas yang unggul dibandingkan dengan kandidat yang lain.
Berdasarkan Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia menyatakan Ganjar Pranowo memperoleh elektabilitas 43,9 persen.
Sedangkan Prabowo Subianto memperoleh elektabilitas 33,8 persen, dan Anies Baswedan memperoleh 14,4 persen.
Baca Juga: Tantang Anies Baswedan Buktikan Soal PSN Titipan, Ganjar Pranowo: Buka Saja, Jangan Spekulasi
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Indikator terdapat dua survei yakni, survei khusus daerah Jawa Timur, dan survei nasional.
Untuk hasil survei nasional yang meliputi 10 provinsi di Indonesia berdasarkan survei 1810 orang, nama Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas yang cukup konsisten meski menggunakan sampel yang berbeda.
“Faktor yang mempengaruhi nama Ganjar Pranowo tetap konsisten, tapi yang menarik dari data tren itu ada tren kenaikan buat pak Prabowo itu lebih lebih positif dibandingkan pak Ganjar dan mas Ganjar hanya naik 1 persen dari hasil survey yang sebelumnya.” ucap Burhanuddin Muhtadi, dikutip AyoJakarta.com dari tvOneNews, Selasa (3/10/2023).
Selain itu Lembaga Survei Indikator Politik juga membuat survei elektabilitas bursa cawapres untuk Ganjar Pranowo yang terdiri dari Erick Thohir 20,1 persen, Khofifah Indar Parawansa 18,5 persen, Ridwan Kamil 13,5 persen, Sandiaga Uno 9,6 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,6 persen.
Menurutnya perjodohan capres dan cawapres merupakan keputusan elit.
Sementara preferensi publik itu merupakan keputusan publik, itu artinya belum tentu perjodohan yang ada di tingkat elit akan diikuti oleh publik.
Hal ini sama seperti perjodohan Anies Baswedan dan Cak Imin, yang ternyata Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak bisa menaikkan elektabilitas di wilayah Jawa Timur.
“Survei ini dilakukan setelah mas Anies dijodohkan dengan Gus Muhaimin, tapi alih-alih mengalami peningkatan, justru di kantongnya PKB di Jawa Timur PKB juga turun Gus Muhaimin dan Anies pun ikut turun," katanya.
Mengenai kemenangan di Jawa Timur yang memiliki peluang besar tidak akan pernah terlepas dari organisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU).
Baca Juga: Masuk Bursa Cawapres Ganjar Pranowo, Mahfud MD: Nanti Saya Jawab Langsung ke Parpol
Di mana NU di Jawa Timur dapat mempengaruhi kemenangan di Pilpres.
Maka dari itu dapat diartikan bahwa nama Ganjar Pranowo di Jawa Timur memiliki daya tarik yang cukup bagus.
Sehingga dapat mengantarkannya memiliki elektabilitas yang tinggi di daerah tersebut.***

Share this article
Elektabilitas Ganjar Pranowo di Jawa Timur ternyata lebih unggau daripada Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.