AYOJAKARTA.COM -- Hashtag atau tagar Kabur Aja Dulu masih menjadi salah satu trending topik yang paling banyak mendapat ulasan.
Jengah dengan segala macam polemik dan kondisi negara Indonesia yang tidak kunjung berubah, menjadi penyebab lahirnya tagar Kabur Aja Dulu.
Sebagian kaum muda dengan berbekal optimisme cukup berani untuk mengimani bahwa tagar Kabur Aja Dulu merupakan solusi nyata menghadapi limpahan gejolak di Indonesia.
Di samping iklim perekrutan dunia kerja yang tidak kondusif, berbagai persoalan sosial, ekonomi, hingga kemanusiaan juga membuat kondisi mental terancam jadi depresif.
Berusaha menemukan kebahagiaan di negeri orang, pernyataan sikap yang ditunjukan kaum muda juga sempat mendapat tanggapan dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.
Menurut Raffi, pemilihan diksi dan tagar Kabur Aja Dulu memiliki muatan atas kondisi emosi yang mencerminkan negativitas sehingga perlu diubah.
Agar bermuatan lebih positif, Raffi mengajak kaum muda mengganti Kabur Aja Dulu dengan Pergi Migran Pulang Juragan.
Baca Juga: Ramai Trend Kabur Aja Dulu, Mungkin Kamu Mau Coba Kuliah S2 atau S3 Ke Taiwan dengan Beasiswa Ini
Meski dianggap lebih bermuatan positif, banyak warganet menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan sikap pemerintah yang nir reflektif.
Kaum muda berharap, tagar Kabur Aja Dulu menjadi pemantik bagi seluruh jajaran di pemerintahan untuk bersinergi lebih baik.
Beragam permasalahan tidak menjadi penambah masalah, dan membuat kaum muda berniat untuk meninggalkan tanah air.
Berbeda dengan Raffi Ahmad, Yenny Wahid yang merupakan putri Presiden Abdurrahman Wahid justru memberi perspektif berlainan tentang fenomena Kabur Aja Dulu.
Untuk menghadapi situasi negara yang semakin melemahkan daya tahan, melalui unggahan video Yenny memberi sejumlah rekomendasi daftar negara untuk lokasi melarikan diri.
Daftar negara pertama untuk dijadikan tujuan Kabur Aja Dulu adalah Canada, yang bersedia memberi insentif sebesar CAN $3,000.
Bersedia memberi insentif hingga ¥3,000,000, Jepang juga siap memberikan rumah kosong bagi siapapun yang bersedia tinggal dan mengelola lahan di pedesaan.
Bukan hanya di Canada dan Jepang, beberapa kota di Amerika juga bersedia memberi insentif sebesar US$ 1,000 bagi yang ingin tinggal disana.
Sementara pemerintahan Spanyol, bersedia memberikan insentif sebesar €20,000 bagi siapapun yang menetap dan membuka usaha di beberapa wilayah negaranya.
Hal serupa juga ditawarkan oleh Italia yang menawarkan insentif mencapai €30,000 bagi siapa saja warga dunia, jika bersedia menetap di negaranya.***

Share this article
Jengah dengan segala macam polemik dan kondisi negara Indonesia yang tidak kunjung berubah, menjadi penyebab lahirnya tagar Kabur Aja Dulu.