AYOJAKARTA.COM -- Pernyataan Wamen Kemenaker atas ramainya tagar KaburAjaDulu yang viral di jagat maya mendapat tanggapan dari Mantan Menkopolhukam Mahfud MD.
Menurut Mahfud MD, pernyataan yang disampaikan Wamen Kemenaker atas munculnya tagar KaburAjaDulu sebagai bentuk ungkapan kejahatan.
Selain itu fenomena munculnya tagar KaburAjaDulu serta Indonesia Gelap yang banyak digaungkan generasi muda, menurut Mahfud MD merupakan sinyal penting bagi negara.
Baca Juga: Anies Dukung Trend 'KaburAjaDulu' tapi Beri Pesan dan Ingatkan Ini kepada Masyarakat!
Munculnya berbagai persoalan sosial, ekonomi, politik hingga pendidikan, menurut Mahfud dapat memunculkan tanggapan berbeda dari masing-masing kalangan.
Meski demikian, Mahfud mengingatkan kepada seluruh elemen dan komponen bangsa untuk tidak bertahan pada pola pikir Nihilis serta Fatalis.
Sikap berserah diri tanpa melakukan upaya perbaikan apapun atau Fatalis maupun Nihilis atau menampik setiap hal-hal baik, menurut Mahfud bisa menjadi akar persoalan baru.
“Jangan bersikap skeptisisme radikal, selalu mempersoalkan keadaan yang belum jelas sudah langsung dibantah, serta pesimisme ekstrem, kita harus objektif,” jelasnya.
Baca Juga: Mahasiswa Demo Hari Ini, Ini 5 Deretan Tuntutan 'Indonesia Gelap' di Pemerintahan Prabowo
Pemerintahan Prabowo Subianto, menurut Mahfud sudah cukup berbuat untuk bisa mengakomodir berbagai kepentingan masyarakat.
Penerapan program Makan Bergizi Gratis, kenaikan gaji bagi Guru, Hakim serta Tenaga Honorer merupakan hal baik yang perlu diakui dan diapresiasi.
Selain berorientasi pada kalangan terbatas, kabinet Merah-Putih juga perlu didukung untuk mengimplementasikan program ketahanan pangan melalui Food Estate.
Terkait gencarnya kritik atas kebijakan efisiensi anggaran yang dicanangkan Presiden, menurut Mahfud merupakan hal lumrah dalam demokrasi.
Sejak era Orde Baru hingga Reformasi, berbagai dinamika dan pergerakan politik di Indonesia memiliki akar soal yang sama yakni Efisiensi Anggaran.
“Efisiensi anggaran pemerintah itu agar tidak terjadi kebocoran-kebocoran, jadi mari dukung efisiensi itu dan jangan dinyinyiri terus,” imbuhnya.
Berdasarkan informasi yang dimiliki, Mahfud menyebut sebanyak 30 persen anggaran APBN mengalami kebocoran sehingga perlu didandani.
Namun demikian Mahfud juga mengingatkan kepada penyelenggara negara, bahwa efisiensi tidak juga berarti pemutusan terhadap pos-pos esensial.
Baca Juga: Imbas Efisiensi Anggaran, Kuota Peserta Sertifikasi Guru 2025 Dipangkas, Hanya Segini yang Diterima
Kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini banyak menjadi akar persoalan sehingga banyak orang kabur, menurut Mahfud disebabkan karena iklim investasi belum terjadi.
“Pernyataan kabur aja dulu itu pernyataan yang tegas dan keras, kalau keadaan seperti ini ya kabur aja dulu, itu penjelasan untuk keluar jika sudah frustasi,” ungkap Mahfud.
Berdasarkan data pada akhir tahun 2023 tercatat sebanyak 9 juta orang Indonesia sudah memilih menjadi pekerja migran, dan 4,5 juta diantaranya ilegal atau kabur.***

Share this article
Pernyataan Wamen Kemenaker atas ramainya tagar KaburAjaDulu yang viral di jagat maya mendapat tanggapan dari Mantan Menkopolhukam Mahfud MD.