AYOJAKARTA.COM - Kawasan Konservasi Penyu Mampie kini diterjang gelombang pasang air laut di Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Pasalnya heboh beredar ramalan Hard Gumay yang menerawang akan terjadi gelombang besar di Laut Sulawesi pada 2023 nanti.
Hal ini bisa saja terjadi atau sebaliknya, namun tak bisa dipungkiri memang wilayah Indonesia dikenal rawan bencana sehingga masyarakatnya harus selalu waspada.
Akhir tahun di Bulan Desember 2022 ini, banyak terjadi gelombang pasang air laut di beberapa Wilayah Perairan. Beberapa Wilayah yang terkena terjangan gelombang ini memiliki ketinggian yang berbeda-beda.
Kawasan Konservasi Penyu Mampie juga jadi sasaran terjang gelombang pasang air laut di Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Terjangan gelombang pasang mengakibatkan banyak kerusakan besar beberapa bangunan di Kawasan Mampie.
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube KOMPASTV menyatakan bahwa, gelombang pasang ini memiliki ketinggian lebih dari 1 meter.
Baca Juga: Aduh! Ternyata Gara-Gara Ini yang Bikin Jokowi Larang Jual Rokok Batangan
Kerusakan akibat terjangan gelombang pasang ini, mengakibatkan sejumlah bangunan mulai dari Rumah Pemantauan, Rumah Penelitian hingga Gazebo mengalami kerusakan.
Tidak hanya di Kawasan Konservasi, gelombang pasang juga merusak Kawasan Pesisir Pantai Mampie. Pengelola konservasi Rumah penyu berupaya melakukan penyelamatan barang-barang penting yang terkena terjangan gelombang pasang.
"Kami selaku pengelola Rumah Penyu di Sahabat Penyu ini, berupaya menyelamatkan yang bisa kami selamatkan," ujar Yusri, pengelola konservasi Penyu Mampie.
"Termasuk beberapa Gazebo kami pindahkan ke tempat jauh, termasuk isi Rumah penyu ada beberapa alat-alat elektronik dan berkas berkas lainnya kita selamatkan," sambungnya.
Untuk menghindari abrasi, warga meminta kepada pemerintah agar segera dibangun tanggul pemecah ombak.
"Saya selaku pengelola Rumah Penyu, sangat berharap, kepada pemerintah agar segera melanjutkan pembangunan penanggulangan abrasi atau pemecah ombak," ungkap Yusri.
"Sehingga kawasan dan Rumah penyu ini aman, selain Rumah Penyu, pemukiman warga juga aman," sambungnya.
Sementara itu, peramal Hard Gumay yang diwawancarai dalam YouTube Trans7 Official juga menyampaikan penerawangannya terkait bencana Indonesia tahun 2023.
Dimana ia melihat akan terjadi kejadian alam yang berkaitan dengan laut dan gelombang air.
Baca Juga: Bagaimana Hukum Rokok Menurut Mbah Moen? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini!
"2023 saya lebih konsen ke (laut) karena dari kemarin itu selalu terlintas itu laut," ujar Hard Gumay.
“Di saya ini sekarang pun masih terlihat terlintas gelombang laut dan biasanya dari penglihatan tersebut saya selalu menafsirkan artinya akan ada terjadi sesuatu dengan yang sehubungan dengan laut, air,” tambahnya.
Untuk lokasinya, Hard Gumay menjelaskan kemungkinan ini terjadi di wilayah Sulawesi yakni Manado dan Makassar.
“Lautnya besar, saya melihat tidak bertepi. Artinya ini di daerah Sumatera bukan, Jawa bukan. (Tapi) Sulawesi, tiga tempat Manado, Makassar, sama desa kecil, laut,” jelas Hard Gumay.
Baca Juga: Jadi Boomerang! Jawaban Ahli Kubu Ferdy Sambo Bikin Kuasa Hukum Cemas, Bharada E Diuntungkan?
“Saya berharap ini bukan sebuah musibah. Tapi yang aku lihat ini air laut masuk ke dataran darat banyak yang teriak, ada yang terbawa arus ombak, ada yang menangis,” sambungnya.
Hard Gumay juga menyampaikan perkiraan kejadian ini akan terjadi di pertengahan tahun 2023. "Pertengahan (2023)," ucapnya.
Ramalan ini belum tentu benar, namun faktanya Indonesia memang dikenal sebagai negara rawan bencana. Maka masyarakat dan pemerintah harus siap menghadapi dengan melakukan mitigasi dan tanggap bencana.***

Share this article
Terjadi gelombang pasang air di Konservasi Penyu Mampie Sulawesi Barat. Hard Gumay sempat ramal adanya gelombang besar ancam Laut Sulawesi