AYOJAKARTA.COM - Partai Golkar ikut buka suara mengenai wacana duet Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Seperti yang diketahui, belakangan ini muncul isu dua poros Pemilu 2024 di tengah kondisi koalisi partai yang sudah pasti mengusung capres dan cawapresnya.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar yakni Nurdin Halid mengatakan wacana duet Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo bisa saja terjadi.
Baca Juga: Tanggapan Cak Imin Usai Rumor Ganjar Akan Gandeng Prabowo: Terserah
Namun, Nurdin Halid menyampaikan apabila Prabowo Subianto menjadi cawapres Ganjar Pranowo itu tidak akan terjadi.
“Kalau sekarang ada wacana untuk memaketkan Pak Prabowo dan Pak Ganjar dalam politik memang segala kemungkinan bisa terjadi. Tapi kalau Pak Prabowo yang akan dijadikan sebagai cawapres menurut saya itu sesuatu yang tidak akan terjadi,” kata Nurdin dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro TV, Minggu (24/9/2023).
Nurdin menjelaskan tidak ada alasan untuk menjadikan Prabowo sebagai cawapres Ganjar.
Baca Juga: Tanggapan Menohok Anies Baswedan Soal Isu Duet Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto di Pilpres 2024
Meski begitu, Partai Golkar bisa saja mempertimbangkan apabila Ganjar menjadi cawapres Prabowo.
“Karena tidak ada alasan subjektif maupun objektif untuk menjadikan Pak Prabowo sebagai cawapres. Kalau menjadi capres dan Ganjar menjadi cawapres mungkin Partai Golkar bisa mempertimbangkan karena kita sudah mendeklarasikan Pak Prabowo sebagai capres, tapi kalau posisi cawapres saya kira Partai Golkar tidak akan bersepakat dengan wacana tersebut,” sambungnya.
Nurdin menegaskan bahwa Prabowo diusung sebagai capres setelah melalui berbagai kajian dan diskusi dengan berbagai pihak.
Baca Juga: Cerita Prabowo Subianto Setelah Dilantik Jadi Menhan, Didatangi Banyak Orang yang Minta Proyek
Sehingga, keputusan pihaknya menetapkan Prabowo sebagai capres tentu tidak bisa diubah.
Nurdin pun menyebut Partai Golkar hingga kini terus memperjuangkan Airlangga Hartarto sebagai kandidat cawapres Prabowo.
“Tegas sekali kita bahwa penetapan Pak Prabowo sebagai calon presiden dari Partai Golkar itu bukan sesuatu yang ditetapkan secara tiba-tiba, tanpa dasar, tapi dilakukan berdasarkan kajian mendalam dari internal Partai Golkar dan hasil konsultasi dengan para senior Partai Golkar kemudian diputuskanlah kita mencalonkan Pak Prabowo,” tegasnya.
“Oleh karena itu Pak Prabowo dicalonkan sebagai capres dan Golkar juga sampai saat ini terus memperjuangkan Pak Airlangga sebagai cawapres, itu adalah sikap tegas Partai Golkar,” tutupnya.***

Share this article
Waketum Golkar Nurdin Halid menyampaikan apabila Prabowo Subianto menjadi cawapres Ganjar Pranowo itu tidak akan terjadi.