AYOJAKARTA.COM – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) menyatakan bahwa dirinya tidak bisa bergabung dalam Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud.
Jusuf Kalla alias JK ini membeberkan alasan mengapa dirinya tidak bisa menjadi TKN pasangan capres cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
JK menyebut masih menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) sehingga harus menjaga netralitas.
Hal ini disampaikan usai menerima kunjungan capres Ganjar Pranowo di Jakarta pada Minggu (19/11/2023).
“Saya ini Ketua PMI, PMI itu harus netral. Jadi tidak bisa menjadi TPN,” kata Jusuf Kalla dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Senin (20/11/2023).
Meski tidak bisa menjadi salah satu tim pemenangan dari pasangan capres dan cawapres dalam Pilpres 2024, JK berharap jika Ganjar Pranowo bisa seperti Megawati Soekarnoputri.
Yang mana menurutnya Megawati sosok yang memiliki empati tinggi dan seorang yang demokratis.
“Saya sangat menghargai Ibu Mega sebagai seorang pemimpin, Ibu yang baik, sangat empatik. Itu saya alami, saya tahu betul, bukan dari luar,” kata dia.
Baca Juga: Mengungkap Kepribadian Seseorang dari Bentuk Jempol, Punya Kamu Lurus atau Melengkung?
Jusuf Kalla menilai bahwa Megawati merupakan sosok yang demokratis karena tidak menggunakan kekuasaan saat menjadi peserta Pemilu 2024.
Padahal menurutnya saat itu Ketua Umum PDIP masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
“Jadi, saya mengharapkan juga tentu Pak Ganjar juga seperti itu,” katanya.
Sebelumnya calon presiden Ganjar Pranowo mengunjungi kediaman Wapres RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla.
Ganjar berkunjung didampingi Ketua TKN Arsjad Rasjid dan Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo.
Mantan Gubernur Jawa Tengah ini menyebut dirinya menemui JK untuk bersilaturahmi dan banyak hal yang bisa diambil dari pertemuan keduanya seperti masukan-masukan yang diberikan kepadanya.
Baik Ganjar maupun Jusuf Kalla membenarkan adanya bahasan dukungan politik dalam pertemuan keduanya.
Namun mantan Gubernur Jawa Barat ini mengungkapkan mungkin pilihannya dengan JK kali ini akan berbeda.
Baca Juga: Arti Kepribadian Melalui Pola Tidur: Kebiasaan Rutin yang Menceritakan Karakter Seseorang
“Intinya pemilu mesti berjalan dengan baik, nilai persatuan bangsa mesti dijaga. Saya mengapresiasi beliau tadi, beliau sampaikan pilihan boleh beda.
“Rasa-rasanya pilihan Pak JK akan beda dengan saya, tapi kalau nanti dukung saya juga boleh Pak,” imbuhnya.
Sementara ini Jusuf Kalla mengungkapkan isi pertemuannya dengan Ganjar Pranowo yang menurutnya membicarakan soal negara dan bagaimana negara ke depan menjadi lebih baik.
“Kita berdiskusi tentang negara, kita tidak bicara tentang politik, bicara tentang negara. Bagaimana negara ini kedepan lebih baik dan negara lebih baik itu haruslah dengan kerja sama semua pihak yang baik,” kata dia.***

Share this article
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) menyatakan bahwa dirinya tidak bisa bergabung dalam Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar