AYOJAKARTA.COM – Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengunjungi kediaman Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, di Jakarta Selatan, pada Selasa, 3 Maret 2026.
Kedatangan Mohammad Boroujerdi tersebut diketahui untuk membahas perkembangan situasi terkini di Iran serta peran Indonesia dalam upaya penyelesaian konflik yang sedang berlangsung.
Menerima kedatangan Duta Besar Iran, JK—sapaan akrab Jusuf Kalla—didampingi mantan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin.
Baca Juga: Catat Ya! Daftar 29 Tol yang Diskon 30 Persen untuk Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026
"Dalam pembicaraan dan kunjungan Dubes Iran, telah disampaikan situasi terakhir yang terjadi di Iran, termasuk perlawanan rakyat Iran serta korban yang sebagian besar merupakan warga sipil seperti anak-anak sekolah dan lainnya,” ujar Kalla.
Ia menambahkan, pihak Iran mengharapkan dukungan dari umat Islam, termasuk dari Indonesia. Menurutnya, masyarakat dan Pemerintah Indonesia pada prinsipnya selalu mendukung upaya perdamaian.
Kalla juga menyebut Presiden Prabowo Subianto siap apabila diminta untuk berperan sebagai penengah dalam konflik tersebut.
“Presiden Prabowo siap untuk menjadi penengah dalam konflik ini. Namun tentu dibutuhkan persetujuan kedua belah pihak. Ini hal yang selalu dipikirkan oleh mereka,” katanya.
Meski demikian, Kalla menegaskan bahwa kemungkinan mediasi tersebut masih akan dibicarakan lebih lanjut dengan pemerintah dan sangat bergantung pada kesediaan semua pihak yang terlibat.
Dalam pertemuan itu, Kalla turut didampingi mantan Menteri Hukum dan HAM, Hamid Awaluddin.
Rekam Jejak Diplomasi Jusuf Kalla
Jusuf Kalla dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam upaya penyelesaian konflik, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu capaian terbesar JK adalah perannya dalam proses perdamaian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berujung pada penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005.
Kesepakatan tersebut mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung hampir tiga dekade di Aceh.
Selain itu, JK juga berperan dalam penyelesaian konflik komunal di Poso, Sulawesi Tengah, melalui Perjanjian Malino I pada 2001, serta konflik di Ambon dan Maluku melalui Perjanjian Malino II pada 2002. Kedua perjanjian tersebut menjadi tonggak penting dalam meredam konflik horizontal yang menelan banyak korban jiwa.
Baca Juga: THR 2026 ASN, TNI, dan Polri Resmi Cair, Pegawai Swasta Kapan?
Di tingkat internasional, JK juga kerap terlibat dalam diplomasi kemanusiaan dan komunikasi perdamaian. Ia pernah berperan dalam komunikasi informal terkait konflik di Thailand Selatan (Patani), serta aktif mendorong bantuan dan diplomasi kemanusiaan untuk krisis Rohingya di Myanmar melalui Palang Merah Indonesia (PMI), yang dipimpinnya.
Pengalaman panjangnya dalam mediasi konflik membuat JK kerap dimintai pandangan terkait isu-isu geopolitik dan perdamaian, termasuk dinamika konflik yang saat ini terjadi di Timur Tengah.***

Share this article
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengunjungi kediaman Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, di Jakarta Selatan, pada Selasa, 3 Maret 2026.