AYOJAKARTA.COM - Respons dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka terhadap pernyataan cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, yang berkomitmen untuk mengembalikan independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke masa lalu telah disampaikan.
TKN menekankan bahwa Prabowo-Gibran memiliki visi agar KPK menjadi lembaga yang lebih fokus pada pencegahan kasus korupsi daripada penindakan.
"Bagi kami, pencegahan lebih penting dibanding penegakannya," ucap Wakil Ketua TKN, Erwin Aksa.
Baca Juga: Firli Bahuri Masih Dapat Pengawalan Keselamatan dan Keamanan? Ini Penjelasan KPK
Erwin, seorang anggota TKN, menambahkan bahwa Prabowo-Gibran menginginkan KPK untuk lebih aktif dalam upaya pencegahan terhadap praktik korupsi. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi penyelewengan keuangan negara atau program untuk kepentingan rakyat.
“Kita ingin pencegahannya dipertinggi, investasi pencegahannya dipertinggi, makanya KPK perlu berfungsi sebagai alat pencegahan," ucap politikus Partai Golkar itu.
Pernyataan sebelumnya dari Cak Imin menyatakan janji untuk mengembalikan independensi KPK seperti sebelum UU KPK mengalami revisi pada tahun 2019.
Imin meyakini bahwa caranya bisa dilakukan dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK oleh Presiden.
“Begitu (Anies) jadi presiden, langsung kita keluarkan perppu kembali ke undang-undang asal KPK," ucap Imin di Universitas Andalas, Padang.
KPK saat ini sedang menjadi perhatian publik, terutama setelah eks Ketua KPK, Firli Bahuri, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Baca Juga: Firli Bahuri akan Dapat Sanksi Jika Terbukti Bersalah, Dewas KPK: Paling Berat Diminta Mundur
Firli diduga melakukan pemerasan saat KPK sedang menyelidiki kasus korupsi yang melibatkan Syahrul.

Share this article
Cak Imin komitmen kembalikan independensi KPK seperti dulu. TKN Prabowo-Gibran: Fokus pada pencegahan lebih utama daripada penegakan hukum.