AYOJAKARTA.COM - Meski sempat mengalami sejumlah penolakan di daerah, penyebaran nyamuk Wolbachia tetap dilakukan.
Para Pemangku Wewenang berpendapat penyebaran nyamuk Wolbachia akan mampu menekan tingkat kematian akibat serangan DBD.
Namun bagi pihak atau kalangan yang menentang, penyebaran Wolbachia dicurigai akan menjadi akses bagi masuknya penyakit baru dan lebih mematikan.
Baca Juga: Efek Samping yang Dirasakan Manusia Saat Digigit Nyamuk Wolbachia, Simak Penjelasannya!
Bakteri Wolbachia yang disuntikan ke tubuh nyamuk Jantan, menurut sejumlah kalangan memiliki dampak jangka panjang yang sangat mematikan.
Anggapan tersebut mulai mencuat ketika Florida, Amerika Serikat dijadikan sebagai salah satu lokasi uji coba penanganan DBD yang diprakarsai salah satu perusahaan bioteknologi.
Rencana melepas sebanyak 750 juta nyamuk jantan yang sudah diinjeksi bakteri Wolbachia, kemudian mendapat penolakan.
Para aktivis lingkungan hidup di Florida berpendapat, penyebaran nyamuk yang sudah di injeksi dengan gen tertentu merupakan malapetaka bagi dunia.
Dana Perls yang merupakan salah satu Pecinta Lingkungan Hidup berpendapat, manusia tidak memiliki hak mengatur alam karena evolusi akan menemukan jalannya sendiri.
Setiap produk yang dihasilkan dari proyek rekayasa genetika juga ditengarai kerap menjadi akar persoalan kemanusiaan.
Kecemasan yang sempat dirasakan oleh warga Florida, saat ini ikut dialami oleh sejumlah daerah di Indonesia.
Penyebaran nyamuk ber-Wolbachia sebagai solusi menekan kasus DBD, belum sepenuhnya bisa diterima dan diamini masyarakat luas.
Keterlibatan salah satu miliarder dunia berinisial BG sebagai donatur dan pemrakarsa program pengendalian nyamuk membuat sejumlah kalangan memilih untuk meragukan.
Kemampuan BG dalam memprediksi masa depan peradaban, banyak diasumsikan sebagai salah satu fakta keterlibatannya sebagai inisiator konspirasi.
Terlebih karena dalam salah satu episode kartun The Simpson bertema Zika Virus, gagasan tentang penciptaan virus mematikan juga sempat ditayangkan.
Dalam tayangan tujuh tahun lalu tersebut, terlihat sejumlah tokoh yang sedang berencana dan berusaha mengendalikan populasi manusia dengan membuat virus mematikan.
Setelah melalui serangkaian perdebatan, rapat para tokoh tersebut memutuskan menggunakan kucing sebagai media penyebar virus.
Penyebaran nyamuk ber-Wolbachia yang dianggap upaya menciptakan pasar juga sempat dinyatakan oleh Komjen. Pol. Dharma Pongrekun dalam sebuah siniar.
Baca Juga: Selain Sebagai Alat Pembasmi DBD, Benarkah Wolbachia juga Bisa Mengendalikan Penyakit Lain?
“Inilah cara mendesain, pertama buat masalah, cipta reaksi beri solusi, solusinya apa? Ya ke saya,” ungkapnya dikutip dari kanal YouTube Harry Ware.
Meski perilaku alamiah nyamuk Jantan tidak sebagaimana nyamuk Betina yang menghisap darah mangsanya, penyebarannya secara sengaja masih menjadi perdebatan.
Sebab meski terlihat remeh, namun fakta sejarah membuktikan bahwa Nyamuk merupakan makhluk Tuhan yang membuat Raja Namrud dan Alexander The Great menemui ajal.***

Share this article
Penyebaran nyamuk Wolcahia banyak diasumsikan sebagai salah satu fakta keterlibatannya sebagai inisiator konspirasi, benarkah?