AYOJAKARTA.COM - Penyebaran nyamuk Wolbachia yang dilakukan oleh pemerinah masih menimbulkan adanya perdebatan di berbagai kalangan.
Adanya teknologi Wolbachia dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menghentikan adanya penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia.
Nyamuk Wolbachia merupakan bakteri alami yang ditemukan pada sebuah serangga, yang dianggap aman bagi manusia.
Melalui mekanisme perkawinan silang, nyamuk jantan yang mengandung Wolbachia diklaim dapat menghentikan penyebaran virus dengue pada nyamuk betina.
Sedangkan di Indonesia sendiri menggunakan metode ‘penggantian’, dimana nyamuk jantan dan nyamuk betina yang mengandung Wolbachia dilepaskan ke populasi alami.
Meskipun dinilai dapat menurunkan demam berdarah, nyamuk Wolbachia tetap merupakan seekor nyamuk yang memiliki efek samping bagi mereka yang digigitnya.
Lantas, apa yang akan terjadi pada manusia saat merasakan gigitan dari nyamuk Wolbachia?
Menurut Peneliti nyamuk ber-Wolbachia Universitas Gajah Mada, Dr. Riris Andono Ahmad, mengatakan bakteri Wolbachia tidak dapat masuk pada tubuh manusia karena adanya bakteri khusus.
“Bakteri Wolbachia tidak mampu memasuki tubuh manusia, karena bakteri tersebut secara khusus hanya dapat bertahan di dalam sel tubuh serangga,” katanya, dikutip Ayojakarta.com dari kanal Youtube Kompas TV, Selasa, 23 Januari 2024.
Nyamuk Wolbachia hanya bisa bertahan di tubuh serangga saat bakteri tersebut akan mati. Meski begitu, efek samping dari gigitan nyamuk Wolbachia akan menghasilkan rasa gatal.
Namun, rasa gatal tersebut tidak akan menularkan DBD. Efek samping yang dialami berasal dari gigitan nyamuk biasa bukan dari bakteri Wolbachia.
Sementara itu, Peneliti Bakteri Wolbachia dan Demam Berdarah dari Universitas Gadjah Mada, Adi Utarini, menyebut efek samping yang dirasakan setiap orang akan berbeda-beda.
“Ada yang mengalami bentol-betol dan ada yang tidak, meski rasa gatal yang muncul tetap sama, yang membedakan adalah nyamuk Wolbachia ini tidak lagi menularkan virus dengue,” tandasnya.
Sebelumnya, percobaan penyebaran bakteri Wolbachia ini pertama kali dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul pada tahun 2022 yang lalu.
Melalui percobaan tersebut terbukti efektif dapat menekan DBD sebesar 77 persen, dan dapat mengurangi jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit sebanyak 86 persen.***

Share this article
Menurut penelitian efek samping dari gigitan nyamuk Wolbachia akan menghasilkan rasa gatal tapi tidak akan menularkan DBD.