AYOJAKARTA.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan lonjakan signifikan dalam anggaran Bantuan Sosial (Bansos) untuk tahun 2024.
Lonjakan tajam pada bansos tersebut mencapai hingga Rp22,5 triliun. Hal ini dibandingkan dengan anggaran sebelumnya yang hanya sebesar Rp9,6 triliun.
Dikutip oleh Ayojakarta.com dari channel YouTube KOMPASTV, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa anggaran Bansos untuk tahun 2024 meningkat sebesar 135,1 persen dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: Tekad Kuat Rismon Sianipar Bongkar Kasus Jessica, Singgung Media Nasional Lakukan Ini
Rincian alokasi anggaran tersebut mencakup dana sebesar Rp12,8 triliun yang dialokasikan ke Kementerian Sosial (Kemensos) untuk penyaluran bantuan kepada 10 juta KPM.
Penyaluran tersebut melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako untuk 18,7 juta keluarga.
Selain itu, dana Bansos juga dialokasikan ke Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Baca Juga: 10 Jurusan yang Bebas dari Hitung Matematika, Berminat?
Program seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan bantuan lainnya akan mendapat dukungan melalui anggaran ini.
Menurut Sri Mulyani, peningkatan anggaran ini, terutama yang dialokasikan untuk Kemensos, adalah untuk memastikan kelangsungan penyaluran Bansos kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dana sebesar Rp12,8 triliun untuk PKH dan Kartu Sembako akan digunakan secara rutin untuk membantu penerima manfaat.
Dengan lonjakan anggaran yang signifikan dari Rp9,6 triliun tahun sebelumnya menjadi Rp22,5 triliun, pemerintah berharap dapat memberikan dukungan yang lebih besar kepada masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Tes Psikologi: Pilih 8 Wajah Berikut dan Temukan Iblis Dalam Dirimu
Terutama di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi akibat pandemi dan kondisi sosial yang berubah.
Demikian informasi terbaru mengenai lonjakan anggaran bansos, semoga informasi ini bermanfaat.***

Share this article
Anggaran untuk bantuan sosial di tahun 2024 meningkat tajam dengan angka kenaikannya mencapai 135,1 persen.