AYOJAKARTA.COM -- Mundurnya Kepala Otorita IKN Nusantara, Bambang Susantono, dan Wakil Kepala Otorita IKN, Dhony Rahajoe, mendapatkan respons beragam dari berbagai kalangan. Pakar Komunikasi Politik Effendi Gazali turut memberikan pandangannya terkait pengunduran diri tersebut.
Effendi Gazali menekankan bahwa posisi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) saat ini menjadi sangat penting mengingat dua pimpinan IKN yang mengundurkan diri.
"Ada hal yang mau saya sampaikan bahwa posisi DKJ pada hari ini menjadi penting karena ada dua pimpinan IKN yang mengundurkan diri, ada hubungannya itu," ungkap Effendi.
Baca Juga: 2 Bulan Jelang 17 Agustus, Ketua IKN dan Wakilnya Tiba-tiba Kompak Mundur, Ada Apa Nih?
Effendi menjelaskan bahwa ada kemungkinan presiden yang baru tidak akan segera berkantor di IKN.
"Saya melihat akan ada hubungannya dan dalam bayangan saya bahwa nanti tidak segera secepat itu presiden yang baru berkantor di IKN. Walau tentu saja mudah-mudahan lancar ya, tapi tidak secepat itu. Artinya, sambil berkantor di sana dia tetap akan lihat-lihat DKJ," jelasnya.
Menurut Effendi, meskipun IKN tetap diharapkan menjadi pusat pemerintahan, Jakarta masih akan berperan sebagai pusat politik dan bisnis dalam waktu dekat. Dia pun mengatakan alasannya.
"Karena (IKN) itu kan enggak secepat itu mengimbangi sebagai sentral dari tadi tetap ya politik, kemudian bisnis terutama ya. Dalam waktu yang mulai dari Oktober sampai 6 bulan ke depan mungkin ya dengan harapan tetap IKN jadi," tambah Effendi.
Effendi juga mengungkapkan pandangannya mengenai koalisi politik yang mungkin terbentuk sebagai respons terhadap perubahan di pusat pemerintahan.
"Terus yang kedua ada bayangan bahwa sebelum ke survei kemenangan di pusat itu nanti mau dibikin skenarionya ke bawah kurang lebih seperti itu dengan koalisi-koalisi. Tapi tentu saja minus nanti beberapa hal yang selama ini menjadi perhatian kita antara terbukti atau tidak, itu tadi Invisible hand," ujarnya.
Ia menyebutkan contoh dari Turki, di mana meskipun ada kemenangan nasional, kekalahan terjadi di ibu kota dan kota-kota penting. Effendi juga menyoroti pentingnya survei-survei politik dalam membaca dinamika politik di Indonesia.
"Jawaban terhadap survei kan selalu demikian di Indonesia tanpa menyebut sumber dananya dari mana itu kemudian leading dulu membuat orang berpikir ini yang menang ini yang menang nanti 3 minggu kemudian mulai pelan-pelan agak insaf, nah di 2 minggu terakhir itu relatif akurat," katanya.
Pengunduran diri Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe dari jabatan mereka menimbulkan spekulasi dan perhatian terhadap masa depan IKN serta peran Jakarta dalam peta politik nasional.
Effendi Gazali melihat bahwa keputusan ini akan berpengaruh terhadap dinamika politik dan bisnis di Indonesia, khususnya terkait dengan bagaimana presiden baru akan mengelola transisi ke IKN.

Share this article
Mundurnya Kepala Otorita IKN Nusantara, Bambang Susantono, dan Wakil Kepala Otorita IKN, Dhony Rahajoe, mendapatkan respons beragam.