AYOJAKARTA.COM -- Nama Bambang Susantono serta Dhony Rahajoe yang merupakan Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN menjadi sorotan usai mendadak mengundurkan diri.
Pengunduran diri Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN Bambang Susantono serta Dhony Rahajoe, juga dibenarkan oleh Pratikno selaku Menteri Sekretaris Negara.
Buntut dari pengunduran diri Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN Bambang Susantono serta Dhony Rahajoe, Presiden menunjuk Menteri PUPR sebagai Kepala Pelaksana Tugas.
Selain menunjuk Basuki Hadi Mulyono sebagai pengganti Bambang Susantono, Presiden juga menunjuk Raja Juli Antoni menggantikan Dhony Rahajoe.
Terkait pengunduran diri Ketua dan Wakil Ketua Otoritas IKN, Basuki Hadi Mulyono selaku PLT Kepala OIKN berharap akan mendongkrak kepercayaan investor.
Selain itu, Basuki Hadi Mulyono juga optimis Presiden Joko Widodo sudah dapat mulai berkantor pada akhir Juni atau awal Juli 2024 mendatang.
Mundurnya Bambang Susantono serta Dhony Rahajoe di bulan-bulan terakhir sebelum Presiden Joko Widodo mulai berkantor, mendapat sejumlah tanggapan.
Baca Juga: Kabar Gembira! 4 Fokus Utama CASN 2024, Salah Satunya Pemenuhan ASN di IKN
Menurut Ali Mochtar Ngabalin selaku Deputi Kepala Staf Presiden, keputusan yang diambil Kepala dan Wakil Kepala OIKN tidak sepenuhnya bersifat mendadak.
Selain sudah melalui sejumlah pembicaraan dengan Presiden, mundurnya Kepala dan Wakil Kepala OIKN perlu mendapat apresiasi.
Sampai dengan pengunduran dirinya tersebut, Bambang Susantono serta Dhony Rahajoe telah melakukan pekerjaan yang sudah melebihi delapan puluh persen.
“Ini sudah menjadi keputusan yang diambil oleh kedua Beliau, dan keputusan ini bukan keputusan mendadak,” jelas Mochtar Ngabalin.
Menurut Ray Rangkuti selaku Direktur Eksekutif Lingkar Madani, mundurnya Kepala dan Wakil Kepala OIKN akan dapat mendatangkan kebimbangan.
Selain karena kinerja kinerja yang terbilang bagus, mundurnya duet Bambang serta Doni juga menyimpan beragam pertanyaan.
“Mana ada orang yang kinerjanya sukses, malah diterima pengunduran dirinya, kecuali karena hal-hal lazim diterima seperti sakit,” ungkap Ray.
Namun demikian, Ray menilai pengunduran diri duet Bambang Susantono serta Dhony Rahajoe memiliki korelasi dengan diangkatnya Ridwan Kamil selaku Kurator IKN.
Pengangkatan Ridwan Kamil sebagai Kurator IKN, menurut Ray merupakan salah satu penyebab dominan mundurnya duet Bambang serta Doni.
Kemungkinan adanya tumpang-tindih antara Ridwan Kamil dengan duet Bambang-Doni, menurut Ray bisa jadi merupakan akar persoalan.
“Menurut bahasa saya, mungkin ada ketersinggungan dari dua pejabat yang lama, kalau sukses untuk apa ada kurator?,” jelas Ray.
Terlebih karena Ridwan Kamil sempat memberi pernyataan terkait IKN yang perlu tampak luar biasa, bukan proyek ecek-ecek. ***

Share this article
Bambang Susantono serta Dhony Rahajoe yang merupakan Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN menjadi sorotan usai mendadak mengundurkan diri.