AYOJAKARTA.COM – Kapolri Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan ke Polsek Samarinda Ulu Polresta Samarinda.
Bersalaman dan berbincang dengan semua anggota, Bripka Joko Hadi Aprianto menceritakan kegiatan pengabdian yang inspiratif.
Selain sebagai anggota polsek Samarinda, Joko melakukan kebiasaan yang jauh berbeda dengan tupoksinya di kepolisian yaitu penggali kubur.
Kapolri tertarik dengan kisah lengkapnya, duduk bersama anggota lain dan berbincang mendengarkan dan bertanya kisah insiratif ini.
Baca Juga: Guna Tingkatkan Minat Baca, Majalah Mata Air Adakan Kompetisi Membaca Sirah Nabi 2024
“Saya pingin tahu kegiatan yang sering dilakukan ini, dari zaman kamu masih sekolah ya,” tanya Kapolri memulai obrolan.
Bripka Joko menjelaskan memang sejak di bangku SMP kelas 2 sudah melakukan kegiatan menggali kubur sampai sudah menjadi polisi.
Ketika ditanya apa niatnya menjadi penggali kubur, Bripka Joko menjawab kalau dahulu untuk mencari nafkah guna menutup kebutuhan sehari-hari.
Namun berbeda dengan sekarang karena sudah menjadi polisi, niatnya untuk amal karena kalau yang meninggal orang tidak mampu maka bayar timnya dengan uang pribadi.
Tim menggali kubur ada 18 orang, upahnya diambilkan juga dari hasil menjual kembang, bensin, pasir dan semen di area makam.
Tugas Bripka Joko Hadi Aprianto sebagai Bintara Urusan Administrasi Umum atau Basium Polsek Samarinda dijalaninya 3 tahun 4 bulan berjalan.
Pernah bertugas di Sabhara 15 tahun, Reskrim durasi 3 bulan menyampaikan dalam kondisi normal menggali kubur 10-15 tiap bulannya.
Baca Juga: Waspada Mpox! Ini Kelompok Khusus yang Rentan Terinfeksi Virus Cacar Monyet
Namun saat kondisi pandemik covid dahulu, sehari bisa menggali 15 kuburan dan hanya sepekan lalu berhenti karena tidak kuat panasnya menggunakan APD.
Kapolri Listyo Sigit menanyakan sampai kapan menjadi penggali kubur, dijawab sampai mati dengan mantap karena sudah menjadi prinsip hidup.
Apresiasi untuk anggotanya yang inspiratif ini, Kapolri menawarkan sekolah perwira pada Bripka Joko untuk kenaikan pangkat.
Sekolah yang banyak diimpikan angota polri ini justru ditolak Bripka Joko, bila diizinkan hanya minta tanah wakaf untuk dijadikan makam.
Bripka Joko juga sudah mewakafkan tanahnya untuk digunakan menjadi makam, hasil pemberian orang tuanya.
Kapolri sempat terperangah dengan permintaan Bripka Joko Hadi Aprianto, lalu mengiyakan dengan komunikasi pada Kapolresta Samarinda.
“Teruslah menjadi polisi yang baik,” Kapolri Listyo Sigit Prabowo terenyum bangga memiliki anak buah sebagai penggali kubur.***

Share this article
Ketulusan setiap orang tentu menemukan jalan untuk diketahui dunia, seperti yang dilakukan Bripka Joko Hadi Aprianto ini.