AYOJAKARTA.COM – Penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox (Mpox) masih menjadi perhatian masyarakat.
Seperti diketahui, penyakit Mpox pertama kali ditemukan pertama kali di Republik Demokratik Kongo dan telah menyebar di berbagai negara.
Di Indonesia, jumlah kasus Mpox yang terkonfirmasi Kementerian Kesehatan mulai dari 2022-2024 sebanyak 88 kasus.
Memang saat ini Mpox belum menjadi wabah seperti Covid-19, tetapi penularan penyakit ini perlu diwaspadai.
Baca Juga: Ketua Perdoski Sebut Gejala Mpox Hampir Mirip Penyakit Kulit Lain, Ternyata Seperti Ini
Ini karena, penularan Mpox bisa terjadi karena individu melakukan kontak erat dengan penderitanya.
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski) Dr. dr. Hanny Nilasari, Sp.D.V.E., Subsp. Ven., FINSDV, FAADV mengatakan bahwa penularan Mpox bisa terjadi karena kontak erat dengan hewan yang terinfeksi.
“Karena, diketahui bahwa Mpox dapat menular dari hewan ke manusia terutama melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh hewan yang terinfeksi atau jaringannya. Jadi, misalnya kita memakan daging yang memang terinfeksi dan masih ada infeksinya itu bisa masuk dan kita bisa tertular,” kata Hanny Nikasadikutip dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kementerian Kesehatan RI pada Kamis (12/9/2024).
Penularan Mpox juga rentan dialami tenaga kesehatan yang merawat pasien Cacar Monyet.
Sehingga dibutuhkan suatu tindakan kebersihan atau upaya preventif mencegah infeksi tersebut.
Selain itu, individu yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah juga berpotensi tertular penyakit ini.
Bahkan, orang dengan imunitas yang lemah yang terpapar Mpox berpotensi mengalami komplikasi yang berat.
“Yang berikutnya adalah orang-orang yang mempunyai kekebalan tubuh yang lemah. Sehingga mereka mungkin kalau misalnya terkena infeksi ini akan terjadi suatu komplikasi yang cukup berat,” sebutnya.
Hanny menjelaskan dari tahun 2022 hingga saat ini, sebanyak 84 persen pasien Mpox terjadi pada kelompok khusus.
Kelompok khusus yang dimaksud adalah individu yang melakukan hubungan seksual sesama jenis.
“Dari wabah tahun 2022 hingga saat ini 84 koma sekian persen ini terjadi pada kelompok khusus yaitu ditemukan pada kelompok yang melakukan kontak seksual dengan lelaki sama lelaki, jadi populasinya khusus dan 6,5 persen terjadi pada kelompok yang melakukan kontak seks baik laki-laki maupun dengan perempuan,” jelasnya.***

Share this article
Catat, ketahui kelompok khusus yang rentan terinfeksi virus Mpox atau Cacar Monyet, apa kamu termasuk?