AYOJAKARTA.COM - Di tengah kegelisahan para tenaga honorer mengenai status kepegawaian mereka.
BKPSDM Kota Tangerang memberikan angin segar melalui pernyataan resmi yang menegaskan bahwa pengalihan status honorer menjadi P3K paruh waktu tidak akan merugikan para pegawai.
"Honorer yang dialihfungsikan menjadi P3K paruh waktu tenang saja, karena untuk gaji dan lain-lain akan diberikan sesuai dengan peruntukannya dan aman sesuai dengan anggaran yang sudah disiapkan oleh Kota Tangerang," tegas BKPSDM Kota Tangerang.
Pernyataan ini menjadi jaminan penting bagi para honorer yang selama ini dilanda kekhawatiran akan nasib finansial mereka setelah pengalihan status.
Data terbaru menunjukkan situasi yang cukup menantang di Kota Tangerang.
Di mana dari total sekitar 5.000 pendaftar guru yang mengikuti seleksi, hanya sekitar 3.00 guru yang berhasil lolos dan mendapatkan penempatan.
Hal ini menyisakan angka yang cukup signifikan, yakni sekitar 1.600 hingga 1.660 guru yang belum mendapatkan penempatan tetap.
Kelompok inilah yang kemudian menjadi target untuk dialihfungsikan menjadi P3K paruh waktu.
Meskipun berstatus paruh waktu, BKPSDM menekankan bahwa "walaupun P3K paruh waktu dan tidak full seperti yang penuh waktu dalam hal tunjangan dan lain-lain, setidaknya akan mendapatkan gaji pokok yang memang cukup berdasarkan perhitungan jam kerja."
Sistem penggajian akan mengikuti standar ASN dengan penyesuaian berdasarkan beban kerja yang dilaksanakan.
Hal ini dapat memberikan kepastian finansial bagi para guru yang dialihfungsikan.
Baca Juga: Cara Mudah Memenuhi Seluruh Persyaratan PPG Prajabatan 2025 yang Wajib Diketahui Seluruh Pendaftar
BKPSDM Kota Tangerang juga memberikan harapan lebih jauh dengan menyatakan, "pengalihan status honorer menjadi P3K paruh waktu akan dilakukan bertahap setelah selesainya pendaftaran tahap kedua."
Lebih menggembirakan lagi, mereka menegaskan bahwa "ada kemungkinan untuk bisa menjadi P3K penuh waktu atau yang full time melalui seleksi atau penyesuaian yang akan diatur dalam kebijakan terbaru di tahun 2025."
Pernyataan ini memberikan prospek karir yang lebih cerah bagi para P3K paruh waktu.
Di mana mereka masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan status kepegawaian mereka menjadi P3K penuh waktu di masa mendatang.
Proses bertahap ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengelola transisi status kepegawaian dengan tetap memperhatikan aspek kesejahteraan dan pengembangan karir para guru.

Share this article
Dari total sekitar 5.000 pendaftar guru yang mengikuti seleksi, hanya sekitar 3.00 guru yang berhasil lolos dan mendapatkan penempatan.