AYOJAKARTA.COM -- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya penerapan hukuman tegas terhadap pelaku tindak kekerasan seksual.
Dedi Mulyadi minta tindak tegas bagi semua pelaku baik di lingkungan perguruan tinggi maupun institusi lain.
Pernyataan ini merespons kasus yang terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
"Pembangunan kepercayaan (trust) terhadap dunia pendidikan dan kedokteran sangat penting. Oleh karena itu, pengambilan keputusan hukuman harus cerdas dan cepat," ujar sosok yang karib disapa KDM itu dikutip Ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews pada Sabtu (12/4).
Baca Juga: Dedi Mulyadi Siap Naikkan Gaji Petugas Kebersihan Jalan: Kalau Bersih Saya Naikkan
Evaluasi Ulang Rekrutmen Dokter untuk Menjamin Integritas
Selain menuntut penindakan tegas terhadap pelaku, Dedi Mulyadi juga menggarisbawahi pentingnya evaluasi ulang proses rekrutmen calon dokter.
Menurutnya, kemampuan akademik tinggi saja tidak cukup untuk menjadi seorang dokter.
"Tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik tinggi untuk menjadi dokter. Seorang dokter juga harus memiliki integritas moral, empati, dan kemampuan sosial yang baik," tambahnya.
Ia menekankan perlunya perbaikan rekrutmen dengan memasukkan kriteria seperti penilaian etika dan kesehatan mental calon dokter.
Dunia pendidikan khususnya di bidang kedokteran, lanjut dia, harus menjadi teladan dalam menjaga etika dan moralitas.
Hal ini menjadi sangat krusial dalam upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan dan layanan kesehatan.
Apalagi di tengah kasus kekerasan seksual yang baru-baru ini mencuat.
Alarm atas Sistem Pengawasan Internal yang Kurang Efektif
Kejadian kekerasan seksual di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung memberikan alarm keras bahwa sistem pengawasan internal dalam institusi pendidikan dan rumah sakit belum sepenuhnya efektif.
Oleh karena itu, Dedi Mulyadi mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kerja sama dalam penegakan SOP (Standar Operasional Prosedur).
Tak hanya itu, pelatihan profesional menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Dedi Mulyadi menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap integritas profesi dapat terjaga dengan sistem rekrutmen dokter yang lebih menyeluruh. Termasuk mencakup nilai moral dan kemampuan interpersonal sehingga kualitas tenaga medis tidak hanya diukur dari segi akademik.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan dan layanan kesehatan di Indonesia.
Pasalnya, etika dan moralitas adalah kunci untuk menjaga citra institusi pendidikan dan tenaga medis.***

Share this article
Dedi Mulyadi dorong evaluasi rekrutmen dokter dan penegakan hukuman tegas pelaku kekerasan seksual. Simak langkah strategisnya.