AYOJAKARTA.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan komitmennya untuk menertibkan jalan-jalan di wilayah provinsinya.
Karena gelandangan dan pengemis (gepeng), serta penggalangan dana di jalan yang kerap menimbulkan kemacetan.
Pernyataan ini disampaikan Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-111 Kota Sukabumi pada, Kamis (10/4/2025).
Baca Juga: SP2D Sudah Terbit! Bansos PIP Cair Hari Ini di Bank BNI, BRI, dan BSI, Cek Rekening Sekarang!
Dedi menegaskan bahwa praktik meminta sumbangan di jalan tidak hanya mengganggu ketertiban lalu lintas, tetapi juga berpotensi menyebabkan trauma bagi pengguna jalan. Ia melarang aktivitas tersebut mulai saat ini.
“Setiap hari bikin macet jalan. Mulai hari ini saya hentikan. Tidak boleh lagi minta-minta di jalan,” tegas Dedi dalam sambutannya.
Sebagai contoh, Dedi Mulyadi menyoroti penggalangan dana yang dilakukan di tengah jalan untuk pembangunan Masjid Al-Abror di Desa Cisande, Sukabumi.
Dalam upaya menghentikan praktik tersebut dan mempercepat pembangunan, mereka menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp30 juta.
“Sekarang saya hanya minta satu kepada para warga, bersihkan sungai di kampung ini sebagai imbalan. Bersihkan semua,” ujarnya.
Baca Juga: Auto Lebih PEDE! Begini Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat, 1 Minggu Sudah Ada Hasil?
Menurut Dedi Mulyadi, pembangunan rumah ibadah seharusnya dilakukan dengan cara-cara yang tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Ia mengimbau masyarakat untuk menggalang dana dengan cara yang lebih bijak dan terorganisir.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga menyoroti persoalan lingkungan di Desa Cisande, khususnya sampah yang mencemari sungai.
Ia menilai tindakan membuang sampah sembarangan sebagai bentuk pelanggaran moral dan agama.
“Buang sampah ke sungai itu dosa. Tapi mungut sampah, itu ibadah. Tolong sampaikan itu nanti di mimbar masjid,” kata Dedi.
Baca Juga: Blak-blakan! Presiden Prabowo Subianto Tak Setuju Jika Koruptor di Indonesia Dijatuhi Hukuman Mati, Karena...
Di akhir sambutannya, Dedi Mulyadi mengajak masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Sukabumi, untuk menjadi bagian dari solusi atas persoalan sosial dan lingkungan.
“Pokoknya orang Jawa Barat harus jadi teladan. Jaga lingkungan, jaga ketertiban,” pungkasnya.
Pernyataan Dedi menandai langkah serius pemerintah provinsi dalam mewujudkan ketertiban di ruang publik, sekaligus mendorong kesadaran kolektif masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan budaya tertib.***
Share this article
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan komitmennya untuk menertibkan jalan-jalan di wilayah provinsinya, singgung gepeng