AYOJAKARTA.COM - Twitter resmi Ditjen Pajak RI memberikan laporan perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia Januari 2023.
Ditjen Pajak menyebutkan bahwa pajak memiliki kontribusi yang baik untuk perkembangan APBN per Januari 2023.
Dalam cuitan Twitter @DitjenPajakRI, Ditjen Pajak membeberkan bahwa penerimaan pajak mencapai Rp 162,23 triliun terhitung pada Januari 2023.
Baca Juga: Buntut Panjang Harta Rp56 M, 'Geng' Rafael Alun Trisambodo di Kemenkeu Berpeluang Diperiksa KPK?
Jika dilihat dari data yang ditampilkan, persenan pertumbuhan penerimaan pajak Year on Year (yoy) nampak menurun.
Tercatat pada Januari 2022, penerimaan pajak mencapai 59,49 persen sedangkan Januari 2023 hanya mencapai 48,60 persen.
Dikutip ayojakarta.com dari Twitter @DitjenPajakRI pada Kamis (2/3/2023), alokasi uang pajak pada Januari 2023 telah disalurkan untuk:
-Percepatan penyaluran BOS
-Pengadaan peralatan/mesin/bangunan dan sarpras/logistik
-Pemeliharaan jalan/jaringan/irigasi/BMN
-Kegiatan operasional K/L
-Pembayaran manfaat pensiun
-Penyaluran subsidi non energi
Baca Juga: KPK Kena Prank? Rafael Alun Trisambodo Mengaku Kendaraan Mewah Bukan Miliknya melainkan Sosok Ini
Pajak yang dibayarkan oleh masyarakat seyogyanya akan kembali kepada masyarakat untuk kepentingan umum seperti yang dicuitkan oleh akun Twitter @DitjenPajakRI.
“Pajak yang telah #KawanPajak bayarkan kembali lagi dalam berbagai bentuk untuk masyarakat,” cuitnya.
Namun, sayangnya warga Twitter nampak tak puas dengan hasil laporan perkembangan APBN yang ditopang oleh pajak tersebut.
Hal itu imbas dari kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy, anak Rafael Alun Trisambodo.
Ia disorot karena gaya hidup mewahnya sebagai anak pejabat pajak.
Netizen pun menyinggung gaya hidup mewah Mario Dandy yang kerap memamerkan kendaraan mewahnya.
“Alokasi rubicon?,” tulis @Devsantosa
"PajakKitaUntukKita, perasaan gue gk pernah naik rubicon,” tulis @PetrusVallon.
Sebagai seorang pejabat pajak, kekayaan Rafael Alun Trisambodo dinilai tidak wajar.
Sampai-sampai ia dipanggil KPK untuk klarifikasi terkait kekayaannya yang mencapai Rp 56 miliar.***

Share this article
Twitter Ditjen Pajak Ri kena sentil netizen setelah memberikan laporan perkembangan APBN Januari 2023.