AYOJAKARTA.COM- Sri Mulyani, Menteri Keuangan Repbulik Indonesia ikut menanggapi kondisi saat ini dimana masyarakat merasa kecewa dan marah usai kasus gaya hidup mewah pegawai DJP, Rafael Alun.
Sri Mulyani memahami betul bagaimana emosi yang meledak di masyarakat terutama hilangnya kepercayaan mereka kepada instansi dibawah Kementerian Keuangan ditengah ramainya berita pamer kemewahan keluarga Rafael Alun.
Buntut kejadian tersebut, tingkat kepercayaan masyarakat kepada Kementerian Keuangan menjadi turun dan bahkan masyarakat dengan tegas sempat menolak untuk bayar pajak.
Sri Mulyani yang menanggapi hal tersebut blak-blakan mengungkapkan isi hatinya dengan raut wajah sedih menahan tangisnya.
“Sebetulnya kalau kita lihat suasana sekarang ini ya, saya benar-benar bisa memahami,” ujar Sri seperti dilansir Ayojakarta.com pada siaran Rosi di Kompas TV.
“Di satu sisi masyarakat sangat kecewa dan pasti marah, karena itu adalah suatu ekspresi dan harapan masyarakat terhadap sebuah institusi yang selama ini sudah kita coba untuk perbaiki,” tambahnya dengan suara bergetar.
Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa situasi saat ini sangat tidak mudah baginya.
“Dan ini adalah situasi yang tidak mudah,” katanya.
Sri Mulyani juga mengenang perjuangan Kementerian Keuangan saat melawan badai keterpurukan ekonomi di masa pandemi sehingga harus kehilangan ratusan nyawa di bawah jajarannya.
Dalam kondisi seperti saat ini dimana ujian integritas dan kepercayaan untuk jajaran Kementerian Keuangan, Sri Mulyani mengaku terus selalu diingatkan untuk bersikap rendah hati.
“Saya sendiri pribadi selalu diingatkan untuk memiliki kerendahan hati sebagai manusia sebagai pejabat, kita sering tidak tahu apa yang akan terjadi di depan kita,” ujarnya.
“Maka yang perlu dan harus kita lakukan, meyakinkan bahwa kita melakukan yang terbaik, kadang-kadang yang terbaik pun tidak selalu cukup untuk menahan sebuah musibah,” imbuhnya.
Diketahui saat ini Sri Mulyani telah mencopot jabatan Rafael Alun sebagai salah satu pejabat DJP.
Menurut Sri Mulyani membuat keputusan tersebut sudah dipikirkan dengan matang sesuai dengan aturan yang sudah disumpah dan terikat dengan aturan tersebut.
Hebohnya berita terkait penganiayaan yang dilakukan anak Rafael Alun sehingga menyeret sang ayah itu rupanya menurut Sri Mulyani dapat menimbulkan respon negatif.
“Sebagai pimpinan Kementerian Keuangan ini saya tahu akan menimbulkan suatu reaksi dan respon yang luar biasa negatif, maka sebelum saya bahkan berangkat ke India, malam itu juga menyampaikan di media sosial,” ujar Sri,
“Satu kita menyampaikan mengecam terhadap kejadian penganiayaan yang tidak berperikemanusiaan, untuk alasan apapun tidak bisa dibenarkan,” imbuhnya.
“Yang kedua saya juga menyampaikan mengecam gaya hidup, karena disitu yang muncul adalah bahwa si anak ini menggunakan kendaraan yang dianggap mewah, dan muncullah dia anak siapa, dan orang tuanya bekerja dimana,” katanya lagi.
Namun sayangnya, masyarakat dikatakan Sri masih terus menekan mengapa hanya mengecam, dan akhirnya saat di India Sri Mulyani lakukan rapat dan memutuskan ada konferensi pers.
Sedihnya, Sri Mulyani merasa masyarakat masih tidak dapat melihat kesungguhan dari tindakan dan penegasan yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan.***
Share this article
Sri Mulyani menanggapi kondisi yang terjadi di institusi kementrian keuangan. Termasuk bagaimana masyarakat kecewa dengan kondisi yang ada.