AYOJAKARTA.COM - Geliat dan aroma pesta politik jelang Pemilu 2024 semakin terlihat di kubu Koalisi Perubahan yang mengusung Anies Baswedan.
Bukan hanya di partai-partai pengusung Anies Baswedan, namun penjajakan koalisi berbalut rangkaian dan acara silaturahmi juga terjadi di partai lain.
Namun adanya penandatanganan piagam deklarasi mendukung Anies Baswedan, mengisyaratkan solidnya Koalisi Perubahan.
Meski demikian, belum adanya sosok yang akan menjadi Calon Wakil Presiden bagi Anies Baswedan membuat publik semakin kuat mempertanyakan rasa penasaran.
Terkait dengan sosok calon wakil presiden yang juga harus memiliki elektabilitas pendongkrak, Wasekjen DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon memberi tanggapan.
Menurutnya, jadwal pendaftaran yang baru akan dibuka pada bulan Oktober mendatang merupakan kesempatan untuk memikirkan sosok cawapres ideal.
Baca Juga: Gaduh Soal Politik Identitas Anies Baswedan, Pengamat: Bisa Jadi Bumerang Bisa Juga Menguntungkan!
“Kita ini sebenarnya masih punya waktu untuk memikirkan siapa calon wakil presiden yang paling ideal,” jelas Jansen Sitindaon.
Meski demikian, sejalan dengan keinginan publik, Jansen menilai memang perlu untuk dilakukan pencarian calon.
Hal tersebut tidak terlepas dari peran Koalisi Perubahan yang menjadi koalisi pertama yang telah berhasil menggagas calon presiden.
Baca Juga: Safari Politiknya Semakin Menjadi Sorotan, Pengamat: Anies Baswedan Bukan Pelanggar Pemilu
“Kalau calon presiden dan wakil presidennya lebih dulu, tentu lebih bagus,” imbuh Jansen kepada awak media.
Sehubungan penandatanganan deklarasi yang dilakukan partai Koalisi Perubahan di bulan Ramadan, Jansen Sitindaon berharap hal tersebut merupakan sebuah bentuk berkah.
Mengingat para tokoh dan kandidat yang banyak ditawarkan masyarakat merupakan figur-figur yang luar biasa, Jansen Sitindaon mengakui kesulitan.
Baca Juga: Diduga Lakukan Pola Kampanye Politik Identitas, Anies Baswedan Kena Sentil Bawaslu!
Namun demikian, Jansen menilai tetap perlu menggunakan banyak variabel dalam memilih calon wakil, salah satunya adalah survey.
“Soal kualitas, semua kandidat yang ada di pasar pemilihan ini bagus-bagus, tapi ini soal kuantitatifnya, kontribusi pada pemenangan,” imbuh Jansen.
Mengingat penentuan kandidat calon wakil presiden bagi Anies Baswedan yang harus lahir melalui kebulatan suara koalisi, Jansen tidak menyanggah.
Baca Juga: Anies Baswedan Gencar Jalan-jalan dan Temui Tokoh Masyarakat, Jubir Bantah Curi Start Pilpres 2024
Namun demikian, gagasan perubahan yang ditawarkan Koalisi Perubahan merupakan satu titik temu bagi para pengusung.
Sehingga calon wakil presiden yang akan menjadi pendamping Anies Baswedan, menurut Jansen harus memiliki kriteria sama.
“Idealnya memang, calon wakil presidennya itu yang merepresentasikan hal ini juga,” terang Jansen.
Baca Juga: AHY Kunjungi Kediaman Anies Baswedan, Tegaskan Chemistry Bakal Berkoalisi di Pilpres 2024?
Lebih lanjut, Wasekjen DPP Partai Demokrat menjelaskan bahwa hal tersebut penting untuk menambah kekuatan dan legalitas di mata pemilih.
“Agar koalisi ini semakin kuat posisi dan brandingnya di mata rakyat yang memang menginginkan perubahan, yang kian hari meluas dan semakin membesar,” pungkasnya.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta pada Minggu, 26 Maret 2023 dari kanal Youtube tvOneNews. ***

Share this article
Demokrat ungkap kriteria calon wakil presiden Anies Baswedan, harus punya kriteria sama untuk menambah legalitas di mata pemilih.