AYOJAKARTA.COM – Beberapa waktu lalu mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diterpa soal kabar politik identitas.
Untuk diketahui, Anies Baswedan akan maju sebagai bakal calon presiden pada Pilpres yang akan digelar 2024 mendatang.
Namun langkah Anies Baswedan untuk maju Pilpres 2024 sempat diterpa banyak isu seperti kasus korupsi di ajang Formula E dan juga persoalan politik identitas.
Baca Juga: Nasib! Keluarga David Ozora Tak Beri Peluang Damai Kepada Mario Dandy Cs
Lantas apakah isu-isu khususnya soal politik identitas tersebut bakal berdampak terhadap langkah Anies di Pilpres 2024?
Dikutip AyoJakarta.com dari laman Replubika.co.id pada Kamis (23/3/23), Ujang Komaruddin selaku Pengamat Politik Universitas Al-Azhar memberikan tanggapannya.
Dalam pernyataannya, Ujang Komaruddin menilai jika politik identitas yang menyangkut Anies Baswedan tersebut tentu bisa jadi bumerang.
“Pernyataan bakal capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, soal politik identita tak bisa terhindar dalam Pemilu 2024 bisa menjadi boomerang,” ujar Ujang Komaruddin pada Kamis (23/3/23).
Baca Juga: TRENYUH! Dari Dalam Tahanan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Kirimkan Surat Untuk Si Bungsu
“Masing-masing suku atau entitas golongannya sendiri,” lanjutnya.
Disisi lain, Ujang Komaruddin menuturkan jika saat ini tren kekinian tak lagi perihal suku ataupun hubungan primordial lainnya.
Di saat sekarang ini, setiap orang cenderung punya standar sendiri yang melampaui identitas yang sudah melekat pada diri masing-masing.
Ujang Komaruddin lantas menilai jika politik identitas yang sempat disampaikan oleh Anies Baswedan tersebut tentunya akan menimbulkan dampak negatif untuk siapapun termasuk Anies sendiri.
Baca Juga: Hore! Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2023 Sudah Dibuka, Begini Cara Daftarnya
Namun bisa juga persoalan politik identitas tersebut menjadi hal yang bisa menguntungkan Anies Baswedan.
“Saya melihat pertarungan etnisitas mungkin akan mengemuka sebagai bagian dari politik identitas yang akan muncul di Pilpres 2024, ujar Ujang Komaruddin.
Lebih lanjut Ujang Komaruddin mengatakan, “Soal etnisitas itu memang tak sederhana. Kita harus melihat secara positif apapun sukunya baik Anies, Prabowo, Airlangga, Ganjar. Apapun latar belakangnya mereka semua tetap Indonesia.”
Pernyataan soal politik identitas tersebut disampaikan Anies Baswedan dalam forum diskusi dengan pemimpin dan kepala redaksi media massa yang diselenggarakan Partai Nasdem.
“Politik identitas itu adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Misalnya calon yang bersaing adalah laki-laki dan perempuan, maka di situ ada identitas gender,” ujar Anies Baswedan di Hotel Shangri-La pada Jumat (17/3/23).
“Terjadi pada 2017, calon yang bersaing agamanya berbeda. Maka identitasnya yang terlihat adalah agama. Itu akan terus terjadi selama calonnya punya identitas berbeda, baik gender, suku, maupun agama,” lanjut Anies.***

Share this article
Langkah Anies Baswedan maju Pilpres 2024 sempat diterpa banyak isu seperti kasus korupsi ajang Formula E dan persoalan politik identitas.