AYOJAKARTA.COM---Satu hal yang paling penting dalam membayar zakat fitrah yakni mengenai sasaran yang kita berikan zakat fitrah tersebut.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah SWT tentang orang-orang yang berhak menerima zakat dalam salah satu firmannya yang berbunyi di surat At-Taubah ayat 60:
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Artinya:
"Sungguh zakat itu hanya untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah maha mengetahui, maha bijaksana,"
Baca Juga: Catat! 5 Waktu Pembayaran Zakat Fitrah Menurut Para Ulama, Jangan Sampai Keliru
Dalam ayat tersebut juga dijelaskan bahwa orang-orang yang berhak menerima zakat ada 8 golongan yang dipilih sebagai penerima zakat secara umum, baik itu zakat fitrah maupun zakat mal atau harta.
Kemudian yang menjadi pertanyaan tentang golongan yang berhak menerima zakat ini, apakah mencakup terhadap keluarga dari orang yang membayar zakat (muzakki) sehingga boleh bagi mereka untuk menerima zakat dengan wujudnya salah satu dari 8 golongan ini, atau tidak mencakup terhadap keluarga dari orang yang membayar zakat?
Disamping itu, para ulama’ syafi’iyah juga memberikan penjelasan terkait hukum tentang keluarga yang boleh diberikan zakat dan keluarga yang tidak boleh menerima zakat.
Jika yang dimaksud keluarga dari pihak muzakki (orang yang membayar zakat) adalah orang yang wajib dinafkahi oleh muzakki, maka tidak boleh baginya untuk memberikan zakat kepada mereka, misalnya memberikan zakat kepada orang tua dan anak yang wajib dinafkahi oleh muzakki, dengan alasan anaknya masih kecil dan tidak mampu untuk bekerja, orang tua sudah tua dan tidak memiliki harta yang mencukupi kebutuhannya. Maka dalam keadaan demikian tidak boleh memberikan zakat kepada mereka.
Baca Juga: 8 Golongan Ini Berhak untuk Menerima Zakat Fitrah, Siapa Saja? Jangan Sampai Salah Ya
Mengutip islam.nu.or.id diketahui ada 2 alasan pelarangan pemberian zakat ini kepada keluarga yang wajib dinafkahi oleh muzakki diantaranya: pertama mereka sudah tercukupi dengan nafkah dari muzakki.
Kedua, dengan memberikan zakat pada orang tua atau anaknya, maka akan memberikan kemanfaatan pada muzakki, yakni tercegahnya kewajiban nafkah pada orang tua atau anaknya, karena sudah tercukupi oleh harta zakat, seandainya hal demikian diperbolehkan.
Namun demikian yang harus dipahami tentang larangan memberikan zakat kepada keluarga yang wajib dinafkahi, hanya ketika mereka termasuk dari golongan fakir, miskin atau mualaf. Jika mereka termasuk dari selain 3 golongan tersebut, maka dalam hal ini boleh bagi mereka untuk menerima zakat.
Baca Juga: Wanita Haid Masih Bisa Meraih Berkah Malam Lailatul Qadar? Buya Yahya Ungkap Caranya
Selanjutnya penjelasan tentang ketentuan zakat ini juga tercantum dalam Kitab Al-Majmu’ ala Syarhil Muhadzab yang berbunyi :
قوله (ولا يجوز دفعها الي من تلزمه نفقته من الاقارب والزوجات من سهم الفقراء لان ذلك انما جعل للحاجة ولا حاجة بهم مع وجوب النفقة) قال أصحابنا لا يجوز للإنسان أن يدفع إلى ولده ولا والده الذي يلزمه نفقته من سهم الفقراء والمساكين لعلتين (احداهما) أنه غني بنفقته (والثانية) أنه بالدفع إليه يجلب إلى نفسه نفعا وهو منع وجوب النفقة عليه
Artinya,
"Tidak boleh memberikan zakat kepada orang yang wajib untuk menafkahinya dari golongan kerabat dan para istri atas dasar bagian orang-orang fakir. Sebab bagian tersebut hanya diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan, dan tidak ada kebutuhan bagi para kerabat yang telah wajib dinafkahi, ".
Baca Juga: Tata Cara Salat Taubat untuk Lailatul Qadar, Jangan Sampai Lewatkan 10 Malam Terakhir Ramadan
Adapun keluarga yang akan diberi zakat merupakan keluarga yang tidak wajib dinafkahi oleh muzakki, seperti saudara kandung, paman, bibi, anak atau orang tua yang sudah tidak wajib dinafkahi dan para kerabat yang lain, maka dalam hal ini boleh bagi mereka untuk menerima zakat dari muzakki, meski statusnya masih keluarga.
Kebolehan memberikan zakat kepada mereka tentunya keluarga tersebut harus masuk ke salah satu dari 8 golongan yang berhak menerima zakat.

Share this article
Diketahui ada 2 alasan pelarangan pemberian zakat ini kepada keluarga yang wajib dinafkahi oleh muzakki diantaranya berikut ini