AYOJAKARTA.COM- Perusahaan negara, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) kali ini menjadi target bersih-bersih Menteri BUMN Erick Thohir.
Pasalnya, perusahaan ini diketahui terlibat kasus korupsi emas senilai Rp 47,1 Triliun. Sebelum Antam, Erick sudah terlebih dahulu membersihkan masalah korupsi Garuda Indonesia.
Erick juga menjelaskan bahwa sejak awal kepemimpinannya telah mencanangkan program bersih-bersih dan transformasi di tubuh perusahaan BUMN agar tidak ada lagi oknum-oknum nakal yang merugikan negara.
Baca Juga: Cek Tanggal Merah Juni 2023 Dari SKB 3 Menteri, Ada Long Weekend yang Cocok Untuk Liburan!
Ia juga memastikan akan tetap mendukung penuh segala upaya hukum untuk memberantas tindakan korupsi di instansinya.
"Kita konsisten lakukan bersih-bersih ini, tetapi kalau memang tetap ada oknum-oknum yang terkena, ya tentu itu bagian dari bersih-bersih, " kata Erick.
Selain itu, Erick juga mengungkapkan kalau pihaknya akan terus mendorong transformasi tersebut untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di BUMN.
Pembersihan kasus korupsi ini dilakukan bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain itu, penegak hukum dari Kejaksaan Agung pun tak tinggal diam untuk turun tangan dalam acara bersih-bersih BUMN ini.
"Kalau saya lihat kan mayoritas pun ini banyak kasus lama. Karena itu, kita sekarang benar-benar menyeimbangkan antara SOP dan manusianya, " kata Erick lebih lanjut yang dikutip dari akun instagram @storyrakyat_ pada minggu (28/5).
Aksi bersih-bersih Erick ini tak lepas dari perusahaan pelat merah yang siap membagikan dividen Rp80,2 triliun ke negara. Hal tersebut diketahui belum pernah terjadi sebelumnya dan ini pertama kali terjadi sepanjang sejarah.
Disisi lain, Kejagung mulai mengusut dugaan korupsi pengelolaan kegiatan usaha komoditas emas pada 2010 sampai 2022. Oleh karena itu, kasus ini telah berstatus penyidikan.***

Share this article
Diduga terlibat korupsi emas, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTAM) kali ini menjadi target bersih-bersih Menteri BUMN Erick Thohir.