AYOJAKARTA.COM - Gempa dengan kekuatan magnitudo 6,4 terasa secara luas di daerah Jawa.
Gempa ini bersumber di selatan Kulon Progo, Yogyakarta.
Perlu diketahui bahwa gempa yang titik terjadinya di Samudera Hindia Selatan Jawa ini tidak berpotensi tsunami.
Dari update data per pukul 08.00 WIB pada Sabtu (1/7/2023), telah terjadi 41 kali gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil.
Baca Juga: Benarkah Sering Terjadi Gempa Adalah Pertanda Datangnya Kiamat? Berikut Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Gempa terjadi pada pukul 19.57 WIB Jumat (30/6/2023) terletak pada koordinat 8,63 LS; 110,08 BT atau pada jarak 81 km arah Selatan Kota Wates, Yogyakarta.
Gempa bumi merupakan getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang diakibatkan adanya pelepasan energi di dalam kerak bumi.
Fenomena alam ini terjadi ketika tekanan yang dibangun dalam batuan telah melebihi ketahanan batuan tersebut.
Gempa bumi dapat berakibat sangat merusak karena mengguncang bangunan dan dapat menyebabkan tanah longsor.
Baca Juga: Update Gempa Bantul-Yogyakarta, BMKG: Terjadi 41 Kali Gempa Susulan
Dikutip AyoJakarta.com dari Instagram Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG @daryonobmkg pada Sabtu (1/7/2023), gempa yang terjadi ini disebabkan oleh pecahnya lempeng Indo-Australia.
Hiposenter gempa Yogyakarta berada tepat di bawah bidang kotak yang pecah di bagian lempeng Indo-Australia.
“Gempa akibat pecahnya bagian lempeng Indo-Australia ini lebih memiliki sifat/karakter ground motion yang lebih kuat. Dan spektrum guncangan yang luas karena merupakan gempa menengah di kedalaman 67 km,” ketik Daryono.
Menurut pengamatan Daryono, karakteristik gempa ini mirip dengan gempa yang pernah terjadi di selatan Jawa Timur pada 10 April 2021 lalu.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Gempa Bantul-DIY Sebagai Alarm Potensi Tsunami yang Terjang Wilayah Selatan Jawa
Gempa yang terjadi di Jawa Timur ini merupakan gempa yang merusak karena telah merusak 16 kabupaten/kota di Jatim.
Dikutip ayojakarta.com dari YouTube Metro TV pada Sabtu (1/7/2023), getaran gempa terasa di Kulon Progo, Nganjuk, Pacitan hingga ke Ponorogo.
Per pukul 09.00 WIB Sabtu (1/7/2023), terdapat enam rumah yang mengalami rusak ringan hingga rusak sedang dan tidak bisa dihuni sehingga warga terpaksa untuk tinggal sementara di tenda seadanya.
Baca Juga: Analisis BMKG soal Penyebab Gempa Guncang Yogyakarta Hari Ini, Apakah Berpotensi Tsunami?
Kerusakan paling parah tersebut terdapat pada Dusun Kulon Tengah, Desa Pancarrejo, Kapanemon, Semanu, Kabupaten Gunungkidul.
Adapun belasan rumah lainnya mengalami kerusakan ringan berupa genting yang merosot.
Dari data BPBD Gunungkidul, total ada 114 bangunan di Gunungkidul dengan korban luka ada lima orang dan satu orang rawat jalan.***

Share this article
Berikut info terkini terkait gempa berkekuatan magnitudo 6.4 di Yogyakarta yang menyebabakn belasan rumah di Gunungkidul rusak.