Polri Mengklaim 'Wajar' Jika Personelnya Bertindak Menggunakan Gas Air Mata Kepada Suporter Arema

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 22:18 WIB
Polri mewajarkan tindakannya dalam menembak suporter Arema dengan menggunakan gas air mata. Sumber foto: AP/Yudha Prabowo.
Polri mewajarkan tindakannya dalam menembak suporter Arema dengan menggunakan gas air mata. Sumber foto: AP/Yudha Prabowo.

AYOJAKARTA.COM-- Tragedi sepakbola menewaskan 125 Aremania dan Aremanita serta dua personel polisi  terjadi saat pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, sabtu 1 Oktber 2022 lalu.

Banyaknya korban berjatuhan diduga karena perlakuan personil Polri yang menembakkan gas air mata ke tribun penonton.

Baca Juga: Bareskrim Polri Usut Tragedi Kanjuruhan, Labfor Dalami 6 CCTV di Beberapa Titik Kejadian

Dikutip oleh AyoJakarta.com melalui laman resmi Polri.go.id, dalam artikel Yang Luput Perhatian Publik dari Tragedi Kanjuruhan, menyebut bahwa tindakan suporter Arema yang melampiaskan kekecewaannya dengan turun ke lapangan kemudian mengejar dan mengancam para pemain merupakan tindakan anarkis. Sehingga tindakan anarkis seperti itu tidak bisa dibenarkan.

Baca Juga: Lirik Lagu Oktober Hitam Ciptaan Musisi Malang Iksan Sekuter, Didedikasikan untuk Duka Tragedi Kanjuruhan

Polri pun mengklaim bahwa tindakan yang dilakukan personel kepolisian itu wajar karena menurutnya kepolisian bertindak segera untuk menghentikan aksi anarkis yang dilakukan oleh penonton Arema.

Walaupun FIFA mempunyai aturan untuk penggunaan gas air mata dalam menghalau penonton yang melakukan tindakan anarkis di Stadion. Namun, personel Polri tetap menembaki para penonton yang berada di stadion secara membabi buta.

Polri mengatakan jika pihaknya memiliki alasan yang kuat dalam melakukan tindakan tersebut.

Baca Juga: Viral Penampakan Gate 13 Stadion Kanjuruhan, Diduga Terkunci Sehingga Korban Jiwa berjatuhan hingga Ratusan

Halaman:

Editor: Kiki Dian Sunarwati

Sumber: polri.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X